Senin, 30 Des 2019 06:52 WIB

Tips Ahli Jiwa Agar Nggak Kalap Belanja Saat Diskon Akhir Tahun

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Tips agar tidak kalap diskon akhir tahun. Foto: Pradita Utama
Jakarta - Menjamurnya iklan diskon akhir tahun di berbagai pusat perbelanjaan disebut sebagai salah satu penyebab terdorongnya orang untuk berbelanja, bahkan yang tidak dibutuhkan sama sekali. Ini dapat memicu suatu kondisi psikologi kronik atau hasrat yang membuat orang kecanduan membeli sesuatu.

Psikiater dari RS Jiwa Marzoeki Mahdi, dr Lahargo Kembaren, SpKJ, mengatakan adanya iklan promo diskon memang dibentuk untuk menarik orang agar membeli produknya. Tapi, orang itu sendiri tidak tahu apakah barang itu akan terpakai atau tidak.

"Kita yang harus lebih waspada saat melihat iklan seperti itu. Lihat barangnya, apa itu dibutuhkan atau hanya menjadi hal yang diinginkan saja," ujarnya.

dr Lahargo memberikan beberapa tips untuk mengatasi bahkan mencegah seseorang berperilaku seperti ini.

1. Mendeteksi diri termasuk CBD atau memiliki gangguan mood

Seseorang yang sering gila belanja bukan hanya bisa mengalami adiksi compulsive buying disorder (CBD), tapi juga kemungkinan memiliki gangguan mood seperti bipolar. Untuk mengatasinya, dr Lahargo mengatakan coba deteksi diri apakah punya gangguan itu. Jika sudah menyadarinya, orang itu bisa lebih waspada lagi.

"Kalau dia sudah mendeteksi ada gejala CBD atau punya gangguan mood itu, dia harus belajar lebih waspada terhadap hal-hal yang berbau belanja. Kalau dia punya pasangan, minta pasangannya untuk terus mengingatkannya jika cenderung belanja berlebih," katanya.

2. Alihkan ke hal yang jauh dari belanja

Jika kamu mulai merasa memiliki adiksi berbelanja dan ingin menghilangkannya, coba alihkan untuk melakukan kegiatan atau tindakan yang jauh lebih positif. Kamu bisa mengalihkannya pada kegiatan seperti berolahraga, bermusik, bahkan ikut dalam komunitas hobi yang jauh dari belanja.

"Hal-hal seperti ini bisa mengalihkan pikiran serta niat kearah yang lebih positif dan menghilangkan pikiran untuk berbelanja berlebihan apalagi saat tahu ada diskon," jelas dr Lahargo.

3. Jangan ragu untuk konsultasi

dr Lahargo mengatakan, jika sudah merasa ada tanda atau gejala gangguan mood bahkan CBD di dalam diri kamu jangan ragu untuk berkonsultasi ke profesional. Ini dilakukan karena gangguan mood dan adiksi CBD ini harus ditangani dengan baik.

"Kalau merasa diri kamu punya gangguan mood dan CBD hingga melakukan belanja berlebih, jangan ragu untuk konsultasi ke profesional seperti psikolog, psikiater, dan perawat jiwa agar segera mendapat pertolongan yang tepat."



Simak Video "Apa Sih Quarter Life Crisis?"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)