Selasa, 31 Des 2019 17:10 WIB

Kaleidoskop Kesehatan 2019

Desember: Tren Gowes Sepeda Mahal dan Mual karena Jalan Tol Bergelombang

Firdaus Anwar - detikHealth
Tren gowes sepeda mahal. (Foto: Achmad Reyhan Dwianto/detikHealth)
Jakarta - Menutup tahun 2019 berita kesehatan ramai soal tren olahraga dengan sepeda mahal. Dimulai dari terkuaknya penyelundupan sepeda lipat merek Brompton oleh direksi Garuda Indonesia. Banyak yang penasaran mengapa olahraga dengan sepeda bisa jadi mahal.

Selain itu ada juga kabar tol Jakarta-Cikampek (Japek) yang baru tidak nyaman dikendarai. Jalannya disebut bergelombang sehingga diklaim bisa membuat pengendara mual.

Berikut rangkuman detikcom berita kesehatan di bulan Desember:

1. Tren sepeda mahal

Bermula dari terungkapnya kasus penyelundupan sepeda lipat Brompton oleh direktur Garuda Indonesia, olahraga dengan sepeda mahal mulai disadari masyarakat sebagai hal yang populer. Hal ini diamini oleh pengamat sepeda yang juga bekerja di salah satu toko retail sepeda modern, Dewo Prasetyo.

Faktor gaya hidup menjadi pertimbangan dalam mengikuti tren sepeda mahal ini. Meski sepeda buatan lokal pun tak kalah dalam segi harga maupun kualitas dari merek luar negeri.

"Mungkin dilirik orang kali ya, jadi gaya hidupnya gengsi. Walaupun fungsinya sama, tapi balik lagi kan teknologinya ngebantu dengkul kita. Beda rasanya, dari berat, ringan, terus daya tahannya itu beda," kata Dewo.


2. Mual di tol Japek

Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) diklaim beberapa pengendara terasa kurang nyaman karena jalan yang bergelombang. Sebagian akhirnya mengeluh merasa pusing hingga mual.

Dokter umum dan Kepala Unit Emergency RS Pondok Indah, dr Felix Samuel, MKes, pernah menjelaskan mabuk kendaraan atau motion sickness bisa terjadi karena adanya gangguan pada pusat keseimbangan di pusat otak dan tiga perifer. Itu terdiri dari mata, telinga, serta otot dan sendi.

Keadaan jalan yang bergelombang itu bisa menyebabkan ketidaksinkronan saat mata terfokus pada sesuatu, misalnya melihat ke arah jalan atau layar ponsel. Sementara pada otot dan sendi merasa, bahwa tubuh tidak bergerak atau diam saja. Namun, telinga kita mendengar sensasi pergerakan kendaraan itu.



3. Viral terompet tahun baru

Menjelang tahun baru, isu bahaya penggunaan terompet mulai beredar kembali. Terompet dikabarkan dapat menyebabkan penularan beragam penyakit, bahkan kanker. Hal ini tentunya meresahkan masyarakat awam. Namun, apakah terompet benar-benar bisa menularkan beragam penyakit berbahaya?

Penyakit yang sempat diisukan bisa menular melalui terompet tahun baru ini diantaranya penyakit kanker mulut, kanker lidah, kanker darah, hepatitis, HIV, TBC, dan penyakit-penyakit menular lainnya. Menanggapi hal ini dr Fikry Hamdan Yasin, SpTHT-KL(K), dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menegaskan penggunaan terompet tahun baru tidak bisa menularkan penyakit kanker.

Namun demikian dr Fikry tidak memungkiri kemungkinan penularan penyakit hepatitis yang memang diketahui bisa melalui air liur.


4. Medina Zein positif amfetamin

Influencer Medina Zein tersandung kasus narkoba ketika urinenya positif mengandung amfetamin. Ia sebelumnya pernah mengaku mengidap bipolar sehingga muncul spekulasi mungkin narkoba tersebut dikonsumsi sebagai obat.

Menurut psikiater dari RS Jiwa Marzoeki Mahdi, dr Lahargo Kembaren, SpKJ, narkoba amfetamin bukan obat-obatan. Senyawa ini malah berbahaya bila diberikan pada orang dengan gangguan bipolar.

"Justru amfetamin akan memperburuk kondisi gangguan bipolarnya. Karena bisa mengganggu keseimbangan neurotransmitter di saraf otak yang mengakibatkan munculnya berbagai gangguan mood dan perilaku dari penderitanya," kata dr Lahargo.



5. DJ Dinar Candy minum susu dari sapi

Beberapa waktu lalu DJ Dinar Candy ramai diperbincangkan netizen karena minum susu sapi langsung tanpa diolah. Banyak orang berpendapat bahwa itu terlalu menjijikkan dan kurang pantas. Apa kata ahli gizi soal ini?

Ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor, Profesor Dr Ir Hardinsyah, MS, mengatakan minum susu sapi segar sebetulnya aman. Hanya dengan catatan prosesnya dilakukan dengan baik.

"Minum susu sapi segar aman selagi proses pemerahan dan penyimpanan serta penyajian dengan cara yang baik," jelasnya.


Simak Video "Beredar Kabar Terompet Tularkan Penyakit, Ini Faktanya!"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)