Jumat, 03 Jan 2020 05:50 WIB

Banjir Mulai Surut, Waspadai Penyakit Kencing Tikus!

Khadijah Nur Azizah, Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Saat meninjau lokasi banjir, Menkes Terawan sempat menyoroti bangkai tikus yang berserakan (Foto: Khadijah Nur Azizah/detikHealth)
Jakarta - Leptospirosis atau penyakit kencing tikus kerap menjangkiti korban banjir, justru saat banjir mulai mereda. Pembersihan lingkungan dan sumber air dilakukan untuk mencegahnya.

Ancaman leptospirosis sempat disinggung juga oleh Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto. Menurutnya, bangkai tikus maupun tikus yang berkeliaran seusai banjir adalah sumber penyakit.

"Kita bisa lah melihat banyak bangkai tikus, bangkai hewan, dan itu bisa berdampak dan menjadi wabah penyakit. terutama kita lihat dari bangkai tikus itu pes, lepto (leptospirosis atau penyakit kencing tikus)," ujarnya, ditemui di Jatiasih, Bekasi, Kamis (2/1/2020).



Leptospirosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri lepstospira. Bakteri ini ditemukan pada kencing tikus dan menyebar lewat air kotor yang terkontaminasi.

Kepala Puskesmas Kecamatan Jatinegara, dr Makmun, menjelaskan bahwa pembersihan dilakukan 2-3 hari pasca banjir atau saat kondisi rumah sudah benar-benar kring. Seluruh lantai, dinding, dan bagian rumah yang diperkirakan tercemar air banjir, akan dibersihkan.

"Lisolisasi namanya, untuk pemberian disinfektan untuk ngebersihin limgkungan rumah warga," jelas dr Makmun, ditemui di Jatinegara.



Simak Video "Rawan Hipotermia saat Banjir, Begini Cara Mencegahnya"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)