Rabu, 08 Jan 2020 16:00 WIB

Jenis-jenis Lebam Setelah Meninggal dan Kemungkinan Penyebabnya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ditemukan lebam pada tubuh Lina, mantan istri Sule, yang meninggal. (Foto: Dok. Instagram/rizkyfbian)
Jakarta - Rizky Febian, anak Lina eks istri Sule, menuliskan laporan ke pihak kepolisian setelah merasa janggal atas penyebab meninggalnya sang ibu.

"Ditemukan lebam-lebam. Di tubuh korban dan leher terdapat luka lebam," ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes, Saptono Erlangga Waskitoroso saat dikonfirmasi, Selasa (7/1/2020).

Saat meninggal, ada banyak perubahan yang terjadi pada tubuh salah satunya livor mortis. Livor mortis mengacu pada perubahan warna biru keunguan seperti lebam yang disebut lividity dan terjadi di bawah kulit akibat gravitasi setelah kematian.

Amboss, sebuah situs studi medis dari Amerika Serikat, menuliskan warna lebam pada tubuh mayat memperkirakan beberapa hal mengenai penyebab kematian. Namun perlu diketahui intensitas warna yang akan timbul tergantung pada jumlah hemoglobin dalam darah.


Beberapa warna lebam atau lividity yang bisa muncul antara lain:

- Lebam keunguan: lividitas normal
- Lebam coklat tua: keracunan fosfor
- Lebam merah kecoklatan: keracunan zat pembentuk methemoglobin
- Lebam merah muda pucat: kehilangan darah, anemia, pendarahan hebat
- Lebam merah ceri: keracunan karbon monoksida
- Lebam merah terang: keracunan sianida

Perubahan warna juga dapat bervariasi, bergantung pada kondisi kematian dan lingkungan. Suhu dingin akan menunda pemisahan oksigen dari hemoglobin. Perubahan warna juga terjadi biasanya paling jelas sekitar 2 jam setelah kematian.



Simak Video "Kapan Waktu yang Tepat untuk Melakukan Rapid Test?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)