Kamis, 06 Feb 2020 05:30 WIB

Round Up

Tak Lama Lagi Virus Corona 'Wuhan' Bakal Punya Nama Resmi

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Virus corona yang menyebar di wilayah Wuhan, China, membuat sejumlah warganya terjangkit dan harus dievakuasi ke rumah sakit. Tim medis pun bantu evakuasi warga Korban sudah ribuan, virus corona Wuhan masih belum punya nama resmi (Foto: Chinatopix via AP)
Jakarta -

Virus corona yang menyerang Wuhan, China, hingga saat ini belum punya nama resmi. Tak heran bila selama ini tidak pernah ada sebutan yang konsisten untuk virus yang telah menewaskan lebih dari 200 jiwa dan menginfeksi ribuan orang di seluruh dunia tersebut.

Organisasi kesehatan dunia (WHO) sebenarnya menetapkan nama 2019-nCoV alias 'Novel Coronavirus' sebagai nama 'sementara'. Namun sebenarnya, nama tersebut tidak lain hanya sebagai penanda bahwa virus tersebut berbeda dari virus-virus sejenis yang muncul sebelumnya. Novel pada nama tersebut berarti 'baru'.

Alasan lain untuk tidak mempertahankan nama '2019-nCoV' adalah nama tersebut dinilai sulit diucapkan.

Media khususnya, banyak menggunakan nama 'virus corona' atau 'coronavirus' saja untuk menyebut virus yang mewabah di Wuhan ini. Kurang tepat karena coronavirus merupakan nama famili yang di dalamnya mencakup MERS (Middle East Respiratory Syndrome) alias flu unta, dan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome).

Bahkan virus influenza yang banyak dijumpai dalam keseharian juga termasuk dalam famili coronavirus atau virus corona.

Tanggung jawab penamaan virus baru ada pada International Committee on Taxonomy of Viruses (ICTV). Tim ini memiliki panduan penamaan virus, yang antara lain tidak boleh memuat:

- Lokasi geografis
- Nama orang
- Nama binatang atau makanan tertentu
- Merujuk pada kultur atau industri tertentu.

Larangan ini berkaca dari virus terdahulu, H1N1, yang populer dengan nama 'swine flu' alias flu babi. Dampak dari penamaan tersebut, banyak babi ternak dibantai meski sebenarnya virus H1N1 hanya ditularkan oleh manusia, sama sekali bukan oleh babi.

Contoh lain adalah penamaan virus MERS yang membuat wilayah Timur Tengah identik dengan penyakit yang ditimbulkannya. Hal serupa terjadi juga pada virus penyebab Spanish flu, dan juga Japanese encephalitis.

Saat ini tim ahli tengah bekerja menentukan nama paling tepat untuk virus corona terbaru yang mewabah di Wuhan. Adakah yang mau menyumbang ide?



Simak Video "Mengenal 'Remdesivir' yang Digadang Jadi Antivirus Corona 2019-nCoV"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)