Jumat, 07 Feb 2020 10:10 WIB

Harga Masker Naik Gila-gilaan, YLKI Desak Polisi dan KPPU Turun Tangan

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Pedagang merapikan masker di Pasar Pramuka, Jakarta, Selasa (4/2/2020). Menurut keterangan pedagang, harga masker di pasar Pramuka mengalami kenaikan yang semula dihargai Rp195.000 hingga ribu Rp250.000 per box naik menjadi Rp1.700.000 tergantung merek, karena mewabahnya virus corona di sejumlah negara. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/hp. Harga masker naik, YLKI desak polisi untuk ikut turun tangan. (Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
Jakarta -

Harga masker di pasaran meroket sejak wabah virus corona meluas ke seluruh penjuru dunia. Jenis masker N95 bahkan sempat dihargai Rp 3 juta per 10 pcs, dari yang semula cuma Rp 20 ribu per pcs.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyebut kondisi ini sebagai bentuk eksploitasi terhadap hak-hak konsumen, yakni mengambil untung secara berlebihan saat terjadi musibah.

"Konsumen dalam mengonsumsi barang atau jasa, termasuk masker, berhak atas harga yang wajar," kata Tulus Abadi, Ketua Pengurus Harian YLKI, dalam sebuah pernyataan pers.

"Namun YLKI juga meminta konsumen agar membeli masker dalam jumlah yang wajar, jangan berlebihan, tak perlu melakukan panic buying. Pembelian dalam jumlah berlebihan akan makin mendistorsi pasar," lanjutnya.

Harga Masker Naik Gila-gilaan, YLKI Desak Polisi dan KPPU Turun TanganFoto: infografis detikHealth

Terkait hal itu, Tulus mendesak KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) dan kepolisian turun tangan. YLKI menyebut ada indikasi tindakan mengambil keuntungan berlebih atau excessive margin yang dilakukan oleh pelaku usaha atau distributor tertentu.

"Menurut UU tentang Persaingan Usaha Tidak Sehat, tindakan excessive margin oleh pelaku usaha adalah hal yang dilarang," kata Tulus.



Simak Video "Hasil Simulasi Superkomputer Jepang, Pakai Dua Masker Kurang Efektif"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)