Sabtu, 08 Feb 2020 05:51 WIB

Round Up

Komentar Sandiaga Uno dan YLKI Soal Harga Masker yang Gila-gilaan

Firdaus Anwar - detikHealth
Dinas Kesehatan DKI Jakarta melakukan sosialisasi terkait virus corona di Apartemen Mediterania Garden 2, Jakarta, Kamis (6/1). Sosialisasi tersebut disambut baik warga. Masker makin sulit dicari sejak wabah virus corona merebak (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Heboh wabah virus corona membuat harga masker N95 naik drastis di pasaran. Dari harga normal sekitar 20 ribu per lembar di beberapa tempat bahkan bisa tembus angka jutaan.

Terkait harga masker tersebut beberapa pihak menyuarakan pendapat. Pengusaha sekaligus politisi Sandiaga Uno misalnya mengatakan kecewa pada oknum yang telah memanfaatkan kegelisahan masyarakat untuk mencari keuntungan.

Sandi sendiri mengaku keberatan bila harus membeli masker dengan harga sampai Rp 3 juta.

"Jadi janganlah mengambil untung yang gila-gilaan seperti itu. Kita juga jangan terlalu paranoid," kata Sandi beberapa waktu lalu.

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, mendorong polisi dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) turun tangan. Menurutnya kondisi yang terjadi sekarang adalah bentuk eksploitasi terhadap hak-hak konsumen, yakni mengambil untung secara berlebihan saat terjadi musibah.

Namun Tulus juga meminta agar konsumen tidak panik dan membeli masker secara berlebihan sehingga mengganggu pasar.

"YLKI juga meminta konsumen agar membeli masker dalam jumlah yang wajar, jangan berlebihan, tak perlu melakukan panic buying. Pembelian dalam jumlah berlebihan akan makin mendistorsi pasar," pungkasnya.



Simak Video "Kapan Waktu yang Baik untuk Gunakan Masker?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)