Selasa, 11 Feb 2020 14:35 WIB

WHO Tunggu Bukti Soal Prediksi Virus Corona Sudah Masuk Indonesia

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Dinas Kesehatan DKI Jakarta melakukan sosialisasi terkait virus corona di Apartemen Mediterania Garden 2, Jakarta, Kamis (6/1). Sosialisasi tersebut disambut baik warga. WHO tidak mau mengambil kesimpulan hanya dari studi prediksi. (Foto ilustrasi: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Peneliti dari Harvard University memprediksi virus corona (2019-nCoV) seharusnya sudah masuk Indonesia berdasarkan volume penerbahan dari dan ke Wuhan. Namun demikian hingga hari Selasa (11/2/2020) belum ada kasus yang terdeteksi.

Menanggapi hal ini perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Indonesia, Dr N. Paranietharan, menyebut studi sebagai model saja. Paranietharan menyebut WHO tidak akan menyimpulkan atau mengambil tindakan sampai ada bukti jelas.

"Kami sebagai WHO tidak mengambil kesimpulan hanya dari prediksi dan model saja. Kami menunggu ada bukti," kata Paranietharan saat ditemui di lingkungan Kampus Universitas Indonesia, Selasa (11/2/2020).

Riset peneliti dari Harvard University yang jadi perbincangan membuat model regresi linear untuk mengidentifikasi tempat-tempat dengan potensi kasus 'uderdetected' di berbagai negara.

Beberapa negara seperti Jerman melaporkan jumlah kasus lebih banyak dari interval prediksi 95 persen yang dihasilkan dalam penelitian. Sebaliknya, jumlah kasus di Kamboja dan Indonesia, berada di bawah interval prediksi 95 persen. Masing-masing, pada saat penelitian dilakukan, belum melaporkan adanya kasus penularan virus corona.

"Indonesia belum melaporkan adanya kasus, dan seharusnya Anda sudah menemukannya beberapa," kata salah seorang peneliti, Marc Lipsitch, dikutip dari IBTimes.



Simak Video "Mengenal 'Remdesivir' yang Digadang Jadi Antivirus Corona 2019-nCoV"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)