Sabtu, 15 Feb 2020 11:02 WIB

Dalam Masa Inkubasi, Apa Pasien Terduga COVID-19 Alami Gejala?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Simulasi penanganan pasien suspect virus corona di Semarang SImulasi penanganan pasien virus corona. (Foto: Angling/detikcom)
Jakarta -

Untuk menentukan seseorang terinfeksi virus corona atau tidak, biasanya awal akan dilihat dari gejala yang muncul. Gejala yang biasanya terlihat seperti demam, sakit kepala, flu, batuk, sampai mengalami infeksi saluran pernapasan akut atau pneumonia.

Selama mengalami gejala, pasien terduga COVID-19 akan ada di masa inkubasi dan dirawat di rumah sakit yang memiliki ruang isolasi. Selama masa tersebut, akan dilihat berbagai gejala yang timbul.

"Masa inkubasi itu kan masa masuknya kuman sampai timbulnya penyakit atau gejala, jadi selama itu kita pantau," kata dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, dr Adria Rusli, SpP(K) saat ditemui di ruang Western Bank Mega, Jumat (14/2).

Selama masa inkubasi, pasien akan dilihat gejala yang muncul. Setelah itu, akan diberikan obat simptomatik atau obat untuk meredakan gejala umum dari suatu penyakit, misal demam, sakit kepala, dan sebagainya.

Obat ini berfungsi untuk menangani gejala bukan menyembuhkan penyebab atau penyakitnya.

"Untuk virus corona kita nggak ada, kan itu virus. Tapi, kita akan kasih obat simptomatik. Kalau panas kasih obat panas, batuk ya kasih obat batuk," jelasnya.

Terkait thermal scanner, di setiap rumah sakit mungkin tidak mempunyainya. Menurut dr Adrian, alat itu bisa digantikan dengan termometer biasa.

"Bisa dong, kan itu untuk mengukur suhu tubuh kita aja," imbuhnya.



Simak Video "Jawaban Dokter Soal Proses Penularan hingga Proteksi Diri dari Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)