Rabu, 19 Feb 2020 12:00 WIB

Nyeri Dada karena GERD atau Serangan Jantung? Ini Bedanya

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Heart monitor GERD dan serangan jantung sama-sama bisa ditandai dengan nyeri dada (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Nyeri dada merupakan salah satu tanda paling umum pada serangan jantung. Namun faktanya tak semua rasa sakit yang timbul di dada itu disebabkan oleh serangan jantung.

GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) atau oleh orang awam kerap disebut asam lambung, juga bisa memicu nyeri dada. Ini yang sering membingungkan, sehingga gejala serangan jantung susah dibedakan dengan asam lambung.

Dampaknya, penanganan serangan jantung kerap terlambat. Alih-alih dibawa ke rumah sakit, karena disangka cuma asam lambung akhirnya cuma diberi minum teh hangat untuk meredakan nyeri.

Seperti dikutip dari Mayo Clinic, segera cari pertolongan bila nyeri dada yang dirasakan disertai gejala berikut, karena kemungkinan berhubungan dengan masalah jantung.

Gejala serangan jantung:

- Timbul rasa sesak, nyeri, dan dada terasa seperti diremas.
- Mual, pencernaan terganggu, mulas atau sakit perut.
- Sesak napas.
- Keringat dingin.
- Kelelahan.
- Mendadak sakit kepala.

Meski tetap harus waspada, nyeri dada dengan gejala seperti ini mungkin lebih berhubungan dengan GERD atau asam lambung.

Gejala asam lambung:

- Timbul sensasi seperti terbakar yang berasal dari perut dan naik ke atas
- Umumnya terjadi akibat langsung berbaring atau membungkuk setelah makan.
- Tidur sebelum 2 jam setelah makan juga dapat memicu asam lambung.
- Mulut terasa asam, terutama ketika berbaring.
- Isi perut terasa naik ke atas hingga ke tenggorokan.
- Dapat reda dengan meminum antasida.



Simak Video "Mengenal Gejala GERD yang Dikaitkan dengan Serangan Jantung"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)