Rabu, 19 Feb 2020 14:48 WIB

Fakta di Balik Pesan Viral Soal Kemungkinan Ashraf Sinclair Idap GERD

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
momen manis BCL dan Ashraf Sinclair Beredar pesan Ashraf Sinclair idap GERD. (Foto: Instagram @bclsinclair)
Jakarta -

Beredar pesan yang menyebut ada kemungkinan mendiang Ashraf Sinclair meninggal karena serangan jantung dipicu oleh GERD yang menekan jantung hingga tak berfungsi. Spekulasi tersebut kemudian dibantah oleh spesialis jantung.

"Jadi, GERD tidak menyebabkan serangan jantung apalagi menekan jantung hingga tidak berfungsi," kata spesialis jantung dari RS Siloam Karawaci, dr Vito A Damay, SpJP(K) kepada detikcom.

Tak hanya soal itu, isi pesannya yang menjelaskan mengenai penyebab GERD atau Gastro Esofagial Reflux Disease serta cara mencegahnya pun tidak serta merta benar.

Pesan viral tersebut sebenarnya pernah beredar beberapa waktu silam. Pesan yang sama sepertinya diviralkan lagi bertepatan dengan meninggalnya tokoh terkenal, sehingga narasinya sedikit mengalami modifikasi.

Sebelumnya, detikcom pernah menghubungi spesialis saluran cerna dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM) dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH untuk mengklarifikasi beberapa informasi dalam pesan viral tersebut.

Dokter Ari kemudian merinci info yang kebenerannya belum bisa dipertanggungjawabkan. Berikut penjelasannya.

1. Penyebab utama GERD adalah stres

Dituliskan pesan viral tersebut bahwa penyebab utama sakit mag adalah stres. Stres menduduki tempat paling utama penyebab tukak lambung. Informasi tersebut kemudian di bantah oleh dr Ari.

"Stres hanya mencetuskan timbulnya asam lambung yang memperburuk keluhan. Bukan menjadi penyebab utama gangguan tersebut," katanya.

Stres tidak membuat seseorang mengalami asam lambung. Meski demikian, mereka dengan keluhan asam lambung bisa mengalami gangguan tersebut saat berada dalam tekanan.

2. Golongan darah O paling rentan sakit mag

Golongan darah O dianggap paing berisiko mengalami gangguan asam lambung mag atau GERD. Padahal bukan golongan darah seseorang yang menjadi pengaruh tinggi rendahnya risiko sakit mag.

Tiap orang berisiko mengalami GERD bila tidak menerapkan pola hidup sehat salah satunya makan teratur. "Sakit mag tidak ada hubungannya dengan golongan darah," tegas dr Ari.

Selanjutnya
Halaman
1 2