Jumat, 21 Feb 2020 18:00 WIB

Ingat Ya! Kata Dokter GERD Bukan Pemicu Serangan Jantung

Firdaus Anwar - detikHealth
Gastroesophageal reflux disease GERD on a clinic desk. GERD dan serangan jantung bisa sama-sama terasa nyeri di dada. (Foto: iStock)
Jakarta -

Ketika asam lambung naik atau disebut juga gastroesophageal reflux disease (GERD), biasanya akan terasa nyeri dada. Oleh karena itu beberapa orang mengaitkannya dengan penyakit jantung, menyebut-nyebut GERD bisa jadi pemicu serangan jantung.

Ahli jantung dr Ronaldi, SpJP, FIHA, FAPSC, dari Rumah Sakit (RS) Awal Bros Bekasi Timur menegaskan GERD tidak bisa menyebabkan serangan jantung atau sebaliknya. Apa yang sering terjadi adalah awam keliru karena memang gejalanya mirip.

Hanya saja nyeri dada pada GERD bisa dibedakan karena biasanya muncul saat misalnya mengonsumsi makanan pedas, minum kopi, atau telat makan. Sementara nyeri dada karena sakit jantung terasa seperti menembus ke belakang, menjelar sampai ke tangan, dan kadang disertai keringat dingin.

"Intinya kembali lagi, keluhannya sama atau mirip tapi bukan berarti asam lambung menyebabkan
serangan jantung ataupun sebaliknya. Keluhan di lambung bisa bikin rasa kebakar di ulu hati karena jantung letaknya juga berdekatan dengan ulu hati," kata dr Ronaldi dalam keterangan yang diterima detikcom dan ditulis pada Jumat (21/2/2020).

Untuk benar-benar bisa mengetahui faktor risiko serangan jantung masyarakat disarankan melakukan cek kesehatan rutin.



Simak Video "Mengenal Gejala GERD yang Dikaitkan dengan Serangan Jantung"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)