Rabu, 26 Feb 2020 17:27 WIB

Duh, Pria AS Ditagih Hampir Rp 50 Juta Setelah Negatif Virus Corona

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
WHO resmi menamai virus Corona yang menewaskan 1.115 orang. Virus mematikan yang pertama kali diidentifikasi di China pada 31 Desember itu dinamai COVID-19. Pemeriksaan virus corona. (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Setelah kembali ke Miami bulan lalu dari perjalanan kerja di China, Osmel Martinez Azcue mendapati dirinya dalam posisi yang menakutkan. Ia mengalami gejala flu yang mirip dengan coronavirus terlebih negara yang ia kunjungi telah disebut sebagai negara endemik.

Dalam keadaan normal, Azcue mengatakan ia hanya pergi ke apotek untuk membeli obat penangkal virus. Namun kali ini berbeda. Pejabat kesehatan telah menekankan kewaspadaan penyakit pernapasan dan Azcue merasa memiliki tanggung jawab memastikan dirinya bebas dari COVID-19.

Setelah itu, ia pergi ke Rumah Sakit Jackson Memorial dan ditempatkan di ruangan tertutup. Perawat berjas putih menyemprortkan disinfektan sebelum ia masuk. Staf medis mengatakan dirinya harus menjalani CT scan namun Azcue mengatakan langsung saja tes virusnya.

Namun hasil pemeriksaan menunjukkan Azcue mengalami flu, bukan terinfeksi virus corona. Ia kemudian mendapat tagihan dari rumah sakit untuk membayar USD 3,500 atau hampir Rp 50 juta.

"Bagaimana mereka mengharapkan penduduk biasa berkontribusi untuk mengurangi risiko penyebaran orang ke orang jika rumah sakit membebankan kami USD 3,270 untuk pemeriksaan darah sederhana dan pembersihan saluran nasal?" katanya dikutip dari The Independent.

Rumah Sakit Jackson Memorial, tempat Azcue menerima tes-tesnya, memberi tahu Miami Herald bahwa ada lebih banyak tagihan untuk pria itu. Tidak jelas apa lagi yang harus dia bayar setelah dites virus corona.



Simak Video "WHO Laporkan Penambahan Kasus Tertinggi Sejak Wabah Corona Terjadi"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)