Jumat, 13 Mar 2020 19:42 WIB

Arti Lockdown, Bedanya dengan Isolasi dan Karantina

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
The Navigli district of Milan, one of the area of night life in Milan, is almost deserted after most bars were closed by the last decisions of the government trying to face the coronavirus emergency, in Milan, Sunday, March 8, 2020. (Claudio Furlan/LaPresse via AP) Situasi Milan saat lockdown (Foto: Claudio Furlan/LaPresse via AP)
Topik Hangat Glosarium COVID-19
Jakarta -

Kini virus corona COVID-19 telah ditetapkan sebagai pandemi oleh organisasi kesehatan dunia (WHO). Beberapa negara pun telah menerapkan kebijakan lockdown demi mencegah penularan virus semakin luas.

Tak hanya lockdown, beberapa pengertian seperti isolasi dan karantina juga kerap terdengar selama pandemi virus corona berlangsung. Lantas apa sih bedanya?

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini adalah perbedaan antara lockdown, isolasi dan karantina.

Lockdown artinya apa?

Lockdown merupakan tindakan darurat atau kondisi saat orang-orang untuk sementara waktu dicegah memasuki atau meninggalkan area atau bangunan yang telah ditentukan selama ancaman bahaya berlangsung.

Beberapa negara yang telah menerapkan lockdown adalah Italia dan Denmark. Contoh dari kebijakan ini seperti meliburkan sekolah, dilarang bepergian, dan tidak boleh beraktivitas di area publik demi mencegah penyebaran virus.

Lalu isolasi itu apa?

Menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) isolasi berarti pemisahan. Artinya pemisahan yang dilakukan pada pasien infeksi penyakit dari orang-orang sehat di sekitarnya untuk menghindari terjadinya penularan.

Contohnya adalah pasien yang terbukti terinfeksi virus corona akan diisolasi di dalam rumah sakit. Selain dapat mencegah penularan penyakit, pasien yang diisolasi juga akan ditangani dengan baik oleh tenaga medis yang andal hingga sembuh.

Jadi kalau karantina itu artinya apa?

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) karantina adalah memisahkan dan membatasi pergerakan seseorang yang terpapar penyakit, tetapi tidak memiliki gejala. Tujuannya untuk mencegah kemungkinan adanya penyebaran penyakit.

Organisasi kesehatan dunia (WHO) menyarankan bagi yang merasa terpapar virus corona untuk melakukan karantina selama 14 hari. Salah satu karantina yang pernah dilakukan adalah karantina pemulangan 237 warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan ke Natuna.



Simak Video "WHO: Lockdown Bukan Solusi"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)
Topik Hangat Glosarium COVID-19