Kamis, 19 Mar 2020 20:26 WIB

Sering Memberikan Hasil 'Ajaib', Seberapa Akurat Sih Termometer Tembak?

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Dinas Kesehatan DKI Jakarta melakukan sosialisasi terkait virus corona di Apartemen Mediterania Garden 2, Jakarta, Kamis (6/1). Sosialisasi tersebut disambut baik warga. Pengukuran suhu tubuh dengan termometer tembak untuk mencegah virus corona COVID-19 (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Selama pandemi virus corona COVID-19 berlangsung, termometer tembak banyak digunakan di pintu masuk gedung perkantoran untuk mengukur suhu tubuh. Namun alat ini masih banyak dikeluhkan masyarakat, karena hasilnya yang kerap tidak masuk akal.

Beberapa orang mengeluhkan suhu tubuhnya terukur sangat rendah, di bawah 35 derajat celcius. Suhu serendah itu biasanya menandakan kondisi kesehatan serius yakni hipotermia.

Lantas seberapa efektifkah termometer tembak digunakan untuk mengukur suhu tubuh?

Menurut ahli penyakit tropik dan infeksi dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr Erni Juwita Nelwan, SpPD, termometer tembak bukanlah pilihan yang ideal untuk mengukur suhu tubuh.

"Ini kan teknologi untuk mendeteksi dan ada jarak letak dengan jidatnya, itu bukan teknik yang ideal untuk mengukur suhu," kata dr Erni kepada detikcom, Kamis (19/3/2020).

"Makanya kalau ada perbedaan hasil ya jangan heran karena memang bukan teknik yang terbaik dalam mengukur suhu," lanjutnya.

dr Erni juga menjelaskan pengecekan suhu tubuh yang paling ideal adalah dengan cara mengukur di ketiak, rongga mulut atau pada anak kecil yaitu di duburnya. Tentu mengukurnya bukan pakai termometer tembak, tetapi alat termometer biasa.

"Tapi minimal kan setidaknya dengan termometer tembak kita bisa menjaring, mungkin ada orang yang nggak tahu dia lagi demam bisa jadi ketahuan. Jadi setidaknya ada manfaatnya walaupun tidak 100 persen," pungkasnya.



Simak Video "Viral Dokter Ragukan Termometer Tembak, Banyak yang Alami Serupa"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)