Minggu, 22 Mar 2020 14:45 WIB

Kenali Bedanya Termometer Tembak untuk Industri dan Medis

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Pengujung Grand Pramuka Square Mall menjalani pengecekan suhu tubuh, Senin (16/3/2020). Penggunaan jenis termometer tembak yang tidak tepat akan menghasilkan pembacaan suhu yang tidak akurat (Foto: Imam Kurniawan)
Jakarta -

Beberapa orang mengeluhkan hasil pengukuran suhu tubuh yang dilakukan di gedung-gedung perkantoran. Banyak angka 'ajaib' yang tidak masuk akal muncul karena termometer tembak yang digunakan tidak akurat.

Ada banyak faktor yang membuat hasil pengukuran termometer infrared atau termometer tembak tidak akurat. Jarak dan titik pengukuran bisa mempengaruhi hasil, walau selisihnya mungkin tidak seberapa.

Faktor lain yang tidak kalah penting untuk diperhatikan adalah jenis termometer yang digunakan. Ada berbagai jenis termometer tembak yang dijual di pasaran, namun berdasarkan penggunaannya bisa dibedakan menjadi dua macam: untuk teknis dan untuk medis.

Termometer tembak untuk keperluan teknis biasa dipakai di industri untuk mengukur suhu permukaan yang tidak sulit dijangkau, baik karena jauh atau suhunya sangat ekstrem. Sedangkan untuk mengukur suhu badan, termometer tembak untuk medis lebih tepat digunakan.

Memangnya apa sih bedanya?

Ada beberapa hal yang membedakan keduanya. Berikut di antaranya, dirangkum dari hasil membandingkan spesifikasi teknis sejumlah produk termometer tembak. Keterangan ini biasanya dapat dilihat di buku manual ataupun kemasan produk.

Rentang suhu

Termometer medis, karena lebih spesifik dipakai untuk mengukur suhu tubuh manusia, maka rentang suhu yang bisa dideteksi umumnya tidak jauh dari suhu normal manusia yakni sektiar 36-37 derajat celcius. Ada yang berada di rentang 35-45 derajat celcius.

Untuk kebutuhan teknis, rentang suhu yang bisa diukur biasanya lebih luas dan kadang-kadang bisa mengukur suhu ekstrem. Beberapa produk memiliki rentang suhu dari minus 50 derajat celcius hingga di atas 1.000 derajat celcius. Jauh dari rentang suhu tubuh normal manusia.

Ada berbagai jenis termometer tembak, masing-masing punya akurasi dan rentang suhu yang beragam.Ada berbagai jenis termometer tembak, masing-masing punya akurasi dan rentang suhu yang beragam. Foto: Rifkianto Nugroho

Akurasi

Selain rentang suhu, hal lain yang bisa dibedakan antara termometer tembak untuk teknis dan untuk medis adalah akurasi. Tiap produk tentu punya akurasi yang berbeda, tetapi umumnya termometer tembak untuk medis punya akurasi yang lebih detail.

Beberapa produk yang diklaim sebagai termometer medis memiliki akurasi 0,1 derajat celcius. Sedangkan pada termometer untuk teknis, akurasi berada di angka 1-5 derajat celcius.

Hal ini berhubungan juga dengan rentang suhu yang bisa dideteksi. Makin lebar rentang suhunya, biasanya akurasi makin rendah.

Warna?

Memang tidak selalu, tetapi termometer untuk medis umumnya dijual dalam variasi warna terbatas, umumnya putih. Di pasaran, termometer untuk teknis punya lebih banyak variasi warna, mulai dari hitam, hijau, hingga oranye.

Tentu saja ada produk termometer medis yang dibuat dengan variasi warna yang lebih beragam. Biasanya dipakai oleh dokter anak agar kelihatan lebih menarik bagi para balita.



Simak Video "Viral Dokter Ragukan Termometer Tembak, Banyak yang Alami Serupa"
[Gambas:Video 20detik]
(up/naf)