Senin, 13 Apr 2020 17:35 WIB

Laporkan Lonjakan Kasus Positif, Singapura Hadapi Gelombang Kedua Virus Corona

Anjar Mahardhika - detikHealth
Strategi Singapura yang Bisa Dicontoh Untuk Hentikan Penyebaran Virus Corona Singapura hadapi gelombang kedua. (Foto: ABC Australia)
Jakarta -

Awal menerima kasus Corona, Singapura dinilai sukses menekan angka penyebaran virus Corona COVID-19. Gelombang pertama di negara tersebut dapat diatasi dengan sangat baik oleh pemerintah Singapura. Namun kini Singapura dilaporkan harus menghadapi gelombang kedua karena mengalami peningkatan kasus secara drastis.

Pada hari Minggu (12/4/2020) Singapura mencatat lonjakan kasus terbesar dalam satu hari dengan jumlah 120 kasus yang dikonfirmasi positif. Total kasus melompat hingga 50 persen hanya dalam satu minggu.

"Kami telah mengendalikan wabah. Tetapi melihat trennya, saya khawatir bahwa jika tidak mengambil langkah lebih lanjut, keadaan akan semakin memburuk secara bertahap," kata Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dalam pidato, dikutip dari News.com.au.

Sebelumnya gelombang pertama sebagian besar kasus Singapura berasal dari para wisatawan yang dinyatakan terinfeksi saat bepergian keluar negeri. Namun kali ini 116 kasus telah terinfeksi virus Corona secara 'local transmission' tanpa diketahui kaitannya dengan korban lain.

Karena gelombang kedua ini, pemerintah Singapura melakukan sejumlah kebijakan mulai dari, warga yang ingin masuk ke negara tersebut harus meminta persetujuan meskipun ia merupakan penduduk lama di Singapura. Warga diminta tinggal di rumah dan tidak bergaul dengan orang di luar rumah sekalipun tetangganya sendiri.

Pergi ke luar hanya sebatas membeli bahan makanan, dan harus dibawa pulang. Sekolah, universitas,hingga bisnis yang tidak penting akan ditutup.

Sejauh ini tercatat 2.532 kasus positif virus Corona di Singapura dengan 8 orang meninggal. 560 di antaranya dinyatakan sembuh.



Simak Video "Virus Corona Bisa Serang Usus Meski Pernapasan Negatif Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)