ADVERTISEMENT

Selasa, 14 Apr 2020 06:00 WIB

Deretan Negara Asia yang Bersiap Antisipasi Gelombang Kedua Wabah Corona

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Coronavirus written on file folder label Virus Corona COVID-19 (Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Jakarta -

Beberapa negara kembali melaporkan kasus positif virus Corona COVID-19. Bahkan China mengalami lonjakan kasus selama enam minggu terakhir, total kematian di sana sudah lebih dari 3 ribu kasus.

Tak hanya China, beberapa negara Asia lain pun mengalami hal yang sama. Mereka kembali melaporkan kasus positif Corona usai mengalami penurunan kasus.

Dirangkum detikcom dari berbagai sumber, berikut daftar negara yang kembali hadapi gelombang kedua virus Corona COVID-19.

China

China kembali melaporkan jumlah kasus virus Corona COVID-19 dalam enam minggu terakhir ini, pada Minggu (12/4/2020) lalu. Hal ini membuat para ahli khawatir akan datangnya gelombang kedua penyakit infeksi ini lagi.

Pemerintah China mengklaim lonjakan kasus ini terjadi karena banyaknya orang-orang yang pindah dari negara lain. Dikutip dari Daily Star, total kasusnya mencapai 82.160 dan jumlah kematian menjadi 3.341.

Komisi Kesehatan Nasional mengatakan, pada Senin (13/4/2020), bahwa 98 kasus baru impor yang terjadi berkaitan dengan orang-orang dari negara lain yang masuk ke China.

Singapura

Awal menerima kasus Corona, Singapura dinilai sukses menekan angka penyebaran virus Corona COVID-19. Gelombang pertama di negara tersebut dapat diatasi dengan sangat baik oleh pemerintah Singapura. Namun kini Singapura dilaporkan harus menghadapi gelombang kedua karena mengalami peningkatan kasus secara drastis.

Pada hari Minggu (12/4/2020) Singapura mencatat lonjakan kasus terbesar dalam satu hari dengan jumlah 120 kasus yang dikonfirmasi positif. Total kasus melompat hingga 50 persen hanya dalam satu minggu.

"Kami telah mengendalikan wabah. Tetapi melihat trennya, saya khawatir bahwa jika tidak mengambil langkah lebih lanjut, keadaan akan semakin memburuk secara bertahap," kata Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dalam pidato, dikutip dari News.com.au.

Jepang

Prefektur Hokkaido Jepang tiba-tiba menunjukkan peningkatan kasus Corona COVID-19. Hal ini menyebabkan pejabat pemerintah di sana menyatakan keadaan darurat kurang dari sebulan setelah sebelumnya melonggarkan aturan setempat.

Gubernur Hokkaido membuat pengumuman pada hari Minggu setelah hampir seminggu mengalami peningkatan kasus sebanyak dua digit, demikian laporan berita Kyodo.

"Kami menghadapi krisis gelombang kedua dalam penyebaran infeksi (coronavirus)," kata Gubernur Naomichi Suzuki kepada wartawan di ibu kota Sapporo, dikutip dari NBC News.

Sebelumnya, Hokkaido mengumumkan keadaan darurat selama tiga minggu pada bulan Februari dan dicabut pada 19 Maret. Bahkan wilayah ini mulai membuka kembali sekolah-sekolah dan bahkan mengizinkan pertemuan publik.

Namun karena laporan peningkatan kasus, keluar perintah terkait himbauan agar penduduk dapat kembali menahan diri dengan tidak melakukan perjalanan ke luar, menutup sekolah dasar dan menengah sampai 6 Mei.



Simak Video "Kasus Harian Covid-19 Jepang Tembus 100.000"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT