Senin, 27 Apr 2020 15:30 WIB

Kriteria Pasien Virus Corona yang Bisa Donorkan Plasma Darah

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Tes darah Plasma darah pasien sembuh Corona digunakan obati pasien COVID-19 kondisi berat. (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Laboratorium Biologi Molekuler Eijkman (LBME) tengah memanfaatkan plasma darah sebagai salah satu terapi penyembuhan pasien virus Corona. Direktur LBME, Prof Amin Soebandrio, menyebut terapi plasma darah bisa menjadi alternatif untuk menetralisir virus yang ada dalam tubuh pasien. Namun tidak semua pasien bisa diberikan plasma darah.

"Utamanya pasien yang kondisinya cenderung lebih berat. Satu donor bisa dipakai untuk satu sampai tiga pasien," kata Prof Amin saat dihubungi detikcom melalui sambungan telepon, Senin (27/4/2020).

Karena jumlah pasien jauh lebih banyak dari pendonor, maka yang diberikan plasma darah harus dipilih secara ketat. Tidak semua pasien COVID-19 bisa menerima plasma darah mereka yang sudah sembuh.

"Plasma ini tidak boleh dipakai untuk pencegahan, kalau pasien yang cenderung sehat hanya kepengen supaya tidak diserang virus Corona, diberikan plasma nggak boleh," sebutnya.

"Nggak ada efek sampingnya jika diberikan (pasien bergejala ringan-red). Hanya saja mereka belum membutuhkan, yang lebih butuh lebih banyak. Jadi diberikan bagi yang dirawat di rumah sakit dalam keadaan berat dan bisa dipastikan cocok dengan plasma darah yang diberikan," sambungnya.

Sejauh ini terapi plasma darah telah dilakukan di beberapa negara seperti Amerika Serikat, India, dan Iran. Saat ini LBME Eijkman masih dalam proses pengambilan plasma darah pasien Corona yang sembuh, belum diberikan pada pasien COVID-19.

"Mungkin dalam 2-3 minggu ke depan sudah berjalan," pungkasnya.



Simak Video "5 Temuan yang Diklaim Bisa Mengatasi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)