Rabu, 29 Apr 2020 06:41 WIB

5 Negara yang Lakukan Uji Coba Terapi Plasma Darah untuk Obati Corona

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Terapi plasma darah ramai diperbincangkan masyarakat. Donor plasma darah dari pasien sembuh COVID-19 disebut dapat bantu penyembuhan pasien Corona lainnya. Donor plasma darah (Foto: Getty Images/Alexander Hassenstein)
Jakarta -

Terapi plasma darah diuji coba sejumlah negara untuk mengobati pasien virus Corona khususnya dalam kondisi kritis. Pengobatan dengan terapi plasma darah dilakukan dengan menyuntikkan plasma darah yang mengandung antibodi dari pasien sembuh Corona pada pasien COVID-19 yang masih berjuang melawan penyakit ini.

Sejumlah negara pun tengah menguji coba keampuhan dari terapi plasma darah, adapula yang sudah melaporkan keberhasilan dari terapi plasma darah. Berikut lima negara yang melakukan uji coba terapi plasma darah dirangkum detikcom dari berbagai sumber pada Rabu (29/4/2020).

Amerika Serikat

AS telah memulai proyek besar-besaran untuk meneliti terapi plasma darah dengan melibatkan lebih dari 1.500 rumah sakit. Proyek nasional ini dilakukan hanya dalam tiga pekan dan sekitar 600 pasien telah menerima pengobatan. Profesor Michael Joyner dari Mayo Clinic yang memimpin proyek ini.

"Hal yang kami pelajari dalam pekan pertama penelitian adalah tidak ada masalah keamanan besar yang muncul dan pemberian produk (plasma) tampaknya tidak menyebabkan banyak efek samping yang tak terduga," kata Joyner.

Inggris

Menurut Departemen Kesehatan Inggris, pemerintah tengah meningkatkan program nasional untuk mengumpulkan plasma sehingga pengobatan dapat digunakan secara luas jika terbukti efektif. Pengumpulan plasma darah akan ditingkatkan selama April hingga Mei guna mengirimkan hingga 10 ribu unit plasma darah ke Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) setiap pekan, yang cukup untuk merawat 5.000 pasien COVID-19 per pekan.

"Saya berharap setiap pengobatan ini akan menjadi tonggak utama dalam perjuangan kita melawan penyakit ini," kata Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock.

India

Pemerintah Karnataka, negara bagian India, pada Sabtu (25/4/2020) telah memulai uji klinis terapi plasma darah untuk pasien COVID-19 dengan kondisi kritis. Hal itu diumumkan oleh Menteri Pendidikan dan Kedokteran K Sudhakar melalui cuitan di akun Twitternya.

Terapi plasma darah COVID-19 merupakan metode penyembuhan dengan memanfaatkan darah pasien yang telah pulih. Harapannya antibodi dalam plasma darah penyintas bisa melawan virus ditubuh orang yang sakit.

"Senang mengumumkan dimulainya uji klinis untuk terapi plasma yang punya potensi besar untuk merawat pasien COVID-19 dengan skala berat," kata K Sudhakar.

Indonesia

Indonesia termasuk salah satu negara yang menguji coba terapi plasma darah. Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, dr Achmad Yurianto, mengatakan uji coba plasma darah di Indonesia sudah sudah berlangsung dua minggu.

"Masih clinical trial di RSPAD Gatot Subroto, masih uji coba klinis, itu bakal diuji coba langsung ke pasien. Sudah berlangsung dua mingguan," kata dr Yuri ketika dihubungi, Selasa (28/4/2020).

Iran

Mengutip dari Al Monitor, salah satu dari beberapa prosedur perawatan yang dinilai berhasil di Iran adalah terapi plasma darah. Terapi ini disebut meningkatkan tingkat pemulihan di unit perawatan intensif sebesar 40 persen. Terapi plasma darah didapatkan dari sumbangan plasma darah oleh mereka yang telah sembuh kepada seseorang yang tengah kritis.

"Kami memulai terapi plasma sekitar 40 hari yang lalu dan hingga saat ini, 300 orang telah menyumbangkan plasma darah mereka, dan hasilnya adalah penurunan 40 persen dalam jumlah kematian akibat virus corona," kata Dr Hassan Abolqasemi yang memimpin proyek terapi plasma dikutip dari Tehrantimes, Rabu (29/4/2020).



Simak Video "WHO Minta Tiap Negara Transparan soal Kasus COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)