Kamis, 14 Mei 2020 10:41 WIB

Tempat yang Bisa Jadi 'Sarang' Virus Corona Saat Negara Longgarkan Lockdown

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Virus corona di Korea Selatan: Lebih dari 100 kasus baru Covid-19 muncul terkait kelab malam Seoul, setelah Korsel catat penularan lokal nihil Beberapa tempat bisa jadi hotspot virus Corona. (Foto: BBC World)
Jakarta -

Saat wabah virus Corona dinilai mulai melambat, sejumlah besar negara mulai melonggarkan lockdown dan pembatasan. Namun para ahli mengatakan masih akan ada beberapa tempat yang menjadi hotspot virus Corona di kala lockdown dilonggarkan.

Meski benar bahwa sebagian negara telah berhasil menekan kurva infeksi virus Corona, faktanya pandemi ini belum berakhir sepenuhnya. Tanpa vaksin atau pengobatan yang pasti, para ahli menyebut kecil kemungkinan wabah akan berakhir dalam waktu dekat.

Sayangnya hal ini tidak menghentikan negara membuka kembali perbatasannya. Pakar imunologi evolusi, Dr Erin Bromage mengatakan tingkat infeksi dan jumlah kematian COVID-19 akan jauh lebih banyak saat 'orang-orang mulai beraktivitas seperti biasa'.

"Sepertinya banyak orang yang bernapas lega, dan saya tidak yakin mengapa. Saat negara kembali dibuka, virus mendapatkan lebih banyak bahan bakar. Saya mengerti alasan membuka kembali adalah untuk ekonomi, tetapi saya mengingatkan jika Anda tidak menyelesaikan biologi, ekonomi tak akan pulih," tegas Bromage, dikutip dari Medical Daily, Kamis (14/5/2020).

Karenanya disebutkan ada beberapa tempat dan agenda yang baiknya dihindari karena bisa menjadi 'sarang' virus Corona. Di antaranya:

Restoran dan bar

Karena jumlah orang yang banyak, ditambah aliran udara yang tidak terlalu baik, restoran dan bar memiliki kemungkinan tinggi untuk menjadi hotspot COVID-19.

Kasus penularan 'super spread' juga telah terjadi di salah satu klub malam Itaewon, di mana seorang pria disebut bertanggungjawab telah menyebarkan virus Corona pada lebih dari 24 ribu penduduk.

Kantor dan tempat kerja

Kantor juga merupakan hotspot COVID-19 yang menunggu untuk terjadi, apalagi dengan banyaknya area dan item yang digunakan bersama, seperti pegangan, tombol lift, dan bahkan pendingin air.

Lapangan indoor

Ini terutama berlaku untuk jenis olahraga itu sendiri karena sifatnya melibatkan kontak dekat dan ada banyak orang yang berkeringat dan saling menyentuh saat permainan sedang berlangsung.



Simak Video "Prediksi Ahli Infeksi Singapura soal Akhir Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)