Selasa, 19 Mei 2020 14:12 WIB

Indonesia Terserah, Boleh Marah Tapi Jangan Menyerah

Ayunda Septiani - detikHealth
H-5 Lebaran, aktivitas di Pasar Kebayoran Baru, Jakarta Selatan mulai ramai. Warga memburu gerai pakaian jelang Idul Fitri. Virus Corona COVID-19 (Foto: Ari Saputra)
Topik Hangat Indonesia Terserah
Jakarta -

Ungkapan Indonesia Terserah sangat mewakili kekecewaan banyak orang, khususnya tenaga kesehatan yang berjibaku di garis depan penanganan virus Corona COVID-19. Kecewa boleh, tetapi bukan alasan untuk menyerah.

Psikiater dari RS Jiwa Marzoeki Mahdi, dr Lahargo Kembaren, SpKJ, menyiratkan bahwa segala kekecewaan bisa dipahami. Regulasi tidak jelas, warga banyak yang tidak patuh, seolah-olah pengorbanan sebagian warga lainnya tidak ada artinya.

Namun dr Lahargo mengingatkan, perjuangan belum berakhir. Pandemi virus Corona tetap harus dihadapi dan diatasi, seberat apapun tantangannya.

"Masyarakat belum paham mengenai bahaya dan bagaimana mencegahnya. Menganggap remeh keadaan menjadi sikap mental tanpa memikirkan perasaan banyak pihak yang berjuang mati-matian mengatasi, melawan, dan bertahan dari COVID-19 ini," ujar dr Lahargo melalui pesan yang diterima detikcom, Selasa (19/5/2020).

dr Lahargo mengatakan terserah dan menyerah bukanlah hal yang harus kita pilih. Ini yang sebaiknya dilakukan dalam situasi saat ini:

Terus belajar untuk menghadapi pandemi Corona

Selama kita masih hidup, segala sesuatu masih mungkin untuk kita pelajari, atasi dan hadapi. Kita masih bisa terus belajar dan berlatih untuk menghadapinya. Jangan terserah, jangan menyerah.

Realistis

Segala sesuatu memerlukan waktu, tidak ada yang instan. 'Practice makes things perfect'. Lakukan yang bisa kita kerjakan di depan mata, dan kerjakan dengan segenap hati kita. Jangan berharap terlalu tinggi, lihat kompetensi dan kemampuan kita, itulah realistis.

Bertahan

Bertahanlah kuat di setiap langkah yang kita ambil. Keberhasilan ditentukan oleh sebuah langkah kecil yang benar saat ini.

Berusaha lebih cerdas

Pada waktu kita belum berhasil sesungguhnya itu bukanlah kegagalan, tapi kita hanya perlu berusaha lagi dengan lebih keras dan cerdas.

Jangan mudah menyerah

Terserah dan menyerah adalah sikap mental orang yang depresi, yang tidak berdaya, tidak punya harapan, tidak punya masa depan, sedih , tidak semangat, lelah dan dekat dengan kematian.

"Jangan mau menjadi orang depresi dengan mengikuti arus dunia dan kebanyakan orang. Ikan yang hidup adalah ikan yang berani menentang arus, ikan yang mati akan hanyut terbawa arus," ungkapnya.

dr Lahargo mengatakan, pilihan ada di tangan masing-masing orang. Ia menghimbau masyarakat agar terus semangat melawan pandemi Corona sekuat tenaga karena masih ada harapan.



Simak Video "WHO Sebut COVID-19 Bukan Penyakit Musiman, Tahan di Segala Cuaca"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)
Topik Hangat Indonesia Terserah