Senin, 22 Jun 2020 17:35 WIB

Bagaimana Caranya Bedakan Sakit Kepala karena Corona dengan Migrain?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
pusing kepala setela makan Foto: iStock
Jakarta -

Meski tidak umum, sakit kepala menjadi salah satu gejala virus Corona COVID-19. Bagaimana kita mengetahui sakit kepala yang dirasakan karena Corona atau tidak?

Dikutip dari CNN International, ada perbedaan antara sakit kepala karena virus Corona COVID-19, jika dibandingkan dengan sakit kepala migrain. Apa saja perbedaannya?

Sakit kepala karena virus Corona COVID-19

Dr Merle Diamond, presiden dan direktur pelaksana dari Diamond Headache Clinic Chicago menjelaskan sakit kepala karena virus Corona COVID-19 disertai gejala lain seperti batuk, demam, dan sensasi nyeri di kepala seperti 'sangat tertekan'.

"Sensasi itu terjadi ketika sistem kekebalan tubuh kita bereaksi sebagai respons terhadap virus Corona, melepaskan bahan kimia yang disebut sitokin. Sitokin menghasilkan peradangan, yang dirasakan sebagai rasa sakit oleh korteks serebral otak," jelas Diamond.

Gejala sakit kepala dalam kasus virus Corona COVID-19 disebut sering terjadi pada pasien Corona dengan kondisi kritis. "Ada beberapa gangguan sakit kepala yang sangat buruk dengan virus Corona COVID-19," kata Colman.

"Masih terlalu dini untuk mengetahui secara pasti, tetapi sepertinya pasien yang sangat sakit seperti memiliki paru-paru yang sangat sakit dan benar-benar berjuang di ICU cenderung menjadi orang yang mendapatkan komplikasi neurologis kompleks yang lebih serius," lanjut Colman.

Sakit kepala karena migrain

Sementara pada sakit kepala karena migrain jauh berbeda. Disebutkan bahwa sakit kepala karena migrain rasa sakitnya seperti berdenyut sehingga kepala terasa berat.

"Lalu ada mabuk migrain. Bagi banyak pasien bagian sakit dari sakit kepala mereka mungkin bertahan delapan jam, 12 jam, 14 jam, tetapi setelah sakit kepala itu hilang, mereka mengalami kekeruhan kognitif," jelas Diamond.

"Mereka lesu, mudah tersinggung, mereka mungkin masih terus memiliki sensitivitas cahaya atau mual. Seluruh proses untuk beberapa migrain dapat berlangsung beberapa hari," pungkas Diamond.



Simak Video "Dear Warga Indonesia, Yuk Lakukan 3W Agar Terhindar Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)