Selasa, 23 Jun 2020 05:55 WIB

Mandi Air Panas Bisa Bunuh Corona? 18 Info COVID-19 yang Ternyata Mitos

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Ruang publik M Bloc Space telah kembali dibuka untuk umum. Salah satu tempat nongkrong milenial ini sebelumnya ditutup imbas pandemi COVID-19. Virus Corona COVID-19 (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Hoax soal virus Corona COVID-19 seperti tidak ada hentinya. Meski kadang tidak masuk akal, tidak sedikit pula yang tetap percaya mitos-mitos seputar virus Corona.

Dari mulai mandi air panas, minum disinfektan, hingga pakai hand dryer disebut bisa bunuh virus Corona. Apa saja sih informasi seputar Corona yang ternyata cuma mitos?

Berikut 18 mitos seputar virus Corona, dikutip dari Huffpost, Senin (22/6/2020).

1. Cuaca musim panas bisa bunuh virus Corona

Saat virus Corona COVID-19 mulai mewabah, para ahli berspekulasi bahwa virus Corona bisa hilang ketika musim panas tiba. Namun faktanya hingga kini belum ada bukti yang menunjukkan bahwa Corona hilang di musim panas.

"Belum diketahui apakah cuaca dan suhu mempengaruhi penyebaran virus Corona COVID-19," jelas Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).

"Beberapa virus lain, seperti yang menyebabkan flu dan flu biasa, menyebar lebih banyak selama bulan-bulan cuaca dingin tetapi itu tidak berarti tidak mungkin menjadi sakit dengan virus-virus ini selama bulan-bulan lainnya," lanjut keterangan CDC.

2. Orang yang terinfeksi Corona menjadi kebal

Hingga kini belum ada bukti bahwa seseorang yang terinfeksi Corona menjadi kebal. Jadi perlu untuk tetap berhati-hati meskipun sudah dinyatakan sembuh dari Corona.

"Kami masih menunggu beberapa penelitian untuk benar-benar memberi tahu kami dengan pasti bahwa ketika seseorang terinfeksi Corona setelahnya akan menghasilkan antibodi dan terlindungi," jelas Roger Shapiro, associate professor of immunology dan infectious penyakit di Harvard T.H. Chan School of Public Health, mengatakan selama konferensi pers bulan Mei.

3. Masker wajah tidak efektif tangkal Corona

Para ahli kesehatan mengatakan bahwa masker wajah memberikan perlindungan yang sesungguhnya. Baik mereka yang terinfeksi Corona atau mereka yang bebas Corona tetap harus memakaimasker ketika berada di ruang publik untuk menjaga semua orang tetap aman.

4. Masker cara satu-satunya untuk mencegah virus Corona

Masker diyakini dapat memperlambat penyebaran virus Corona tetapi bukan menjadi satu-satunya cara untuk mencegah Corona. Dengan kata lain, jangan berharap hanya memakai masker bisa membuat diri baik-baik saja.

Langkah-langkah kesehatan lainnya, seperti sering mencuci tangan, menjaga jarak sosial, dan menghindari menyentuh wajah juga dapat membantu mengurangi penyebaran.

5. Virus Corona buatan laboratorium

Salah satu konspirasi terbesar yang beredar di internet adalah virus Corona dibuat di laboratorium. Penelitian baru telah membantah mitos ini dengan menyatakan virus adalah hasil evolusi, bukan rekayasa lab. Meskipun ada rumor internet, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa virus Corona dibuat di lab.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4