Kamis, 25 Jun 2020 18:41 WIB

Tak Cuma di Paru-paru, Gejala Virus Corona Juga Terjadi di Telinga

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Virus Corona COVID-19 (Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Jakarta -

Umumnya, infeksi virus Corona COVID-19 dikaitkan dengan berbagai gejala khas, seperti demam, batuk, hingga banyak yang berkaitan dengan paru-paru seperti sesak napas. Tanda-tanda tersebut biasa muncul pada pasien yang terinfeksi.

Namun, profesor penyakit menular di Liverpool School of Tropical Medicine, Paul Garner, mengatakan virus Corona juga bisa mempengaruhi pendengaran.

Melalui jurnal BMJ, Prof Garner mengaku mengalami gejala virus Corona pada telinganya. Hal ini ia rasakan selama berbulan-bulan, tetapi ia juga merasakan gejala khas lainnya.

Selain Prof Garner, seorang warga di Kota Wuhan, China, bernama Connor Reed pun mengaku mengalami gejala tersebut, yang terasa seperti ada tekanan di dalam telinganya. Hal itu membuat pendengarannya terganggu dan tidak nyaman.

Mengutip dari Express, untuk mengurangi rasa tidak nyaman itu, Connor memasukkan cotton bud ke dalam telinganya. Hal tersebut sangat tidak disarankan oleh Prof Garner, karena bisa membahayakan kondisi telinga.

Prof Garner mengatakan, rasa tekanan pada telinga dianggap wajar saat seseorang mengalami flu. Sementara saat terinfeksi virus Corona, gejala dan kondisi yang dirasakan penderitanya mirip seperti flu. Kemungkinan besar disebabkan saluran eustachius yang tersumbat akibat virus tersebut.

Saat saluran eustachius (yang ada di antara telinga bagian dalam dan tengah) tersumbat, telinga akan terasa penuh dan tertekan. Pendengaran seperti teredam dan membuat telinga sakit.

Bukan hanya karena virus, gejala ini juga bisa disebabkan karena terjadi masalah di saluran telinga, hingga mempengaruhi gendang telinga.

Jika mengalami kondisi ini, disarankan untuk mengisolasi diri selama 7 hari atau lebih sampai gejalanya hilang. Terlebih jika disertai dengan gejala khas virus Corona lainnya.



Simak Video "Punya Gejala Demam Tinggi, Ini Beda DBD dan COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)