Selasa, 30 Jun 2020 13:49 WIB

4 Fakta Virus G4, Varian Baru Flu Babi yang Disebut Potensial Jadi Pandemi

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
ilustrasi riset Ilustrasi. Empat fakta virus baru G4. (Foto: dok. Thinkstock)
Topik Hangat Virus Baru G4
Jakarta -

Para ilmuwan di China menemukan virus baru yang disebut bisa berpotensi untuk memicu pandemi selanjutnya. Virus tersebut ditemukan pada babi, tapi bisa menginfeksi manusia.

Meskipun belum akan jadi ancaman dalam waktu dekat, virus ini harus dipantau dengan sangat ketat. Para ilmuwan menyebut virus ini dengan nama virus G4. Berikut empat fakta yang dirangkum detikcom tentang virus G4.

1. Ditemukan oleh ilmuwan China dan kerabat dekat dengan flu babi

Para ilmuwan dari China Agricultural University (CAU) pada 2011 sampai 2018 menemukan 179 virus flu babi yang didapatkan dari 30 ribu hasil swab babi, yang sebagian besar adalah jenis G4. Jenis G4 ini merupakan kerabat dekat dengan flu babi, yaitu H1N1.

"Virus G4 telah menunjukkan peningkatan tajam sejak 2016 dan merupakan genotipe dominan dalam sirkulasi pada babi yang terdeteksi di setidaknya 10 provinsi," kata penulis utama Sun Honglei dikutip dari Science Mag.

2. Sangat menular

Berdasarkan sejumlah eksperimen yang dilakukan pada ferret (Mustela putorius furo) atau mamalia yang umumnya dipakai dalam riset flu, hasilnya menunjukkan bahwa virus G4 ini sangat menular. Selain itu, bisa bereplikasi pada sel-sel manusia dan menyebabkan gejala serius pada ferret dibanding virus lainnya.

3. Menular dari binatang ke manusia

Dari tes antibodi yang dilakukan, 10,4 persen pekerja di industri dan rumah potong babi telah terinfeksi. Tes tersebut juga menunjukkan bahwa 4,4 persen dari populasi umum sudah terpapar.

Meski virus yang para ilmuwan sebut dengan G4 EA H1N1 ini terbukti menular dari binatang ke manusia, sampai saat ini belum ada bukti yang menunjukkan adanya penularan dari orang ke orang.

"Saat ini kita teralihkan oleh virus Corona dan memang demikian. Tapi kita tidak boleh abai dengan virus baru yang potensial berbahaya," kata Prof Kin-Chow Chang dari Nottingham University, dikutip dari BBC, Selasa (30/6/2020).

4. Manusia belum memiliki imunitas untuk virus ini

Meskipun belum menjadi masalah dalam waktu dekat, virus yang tergolong baru ini harus terus dipantau. Hal ini karena imunitas manusia terhadap virus baru ini diyakini masih sedikit, atau bahkan tidak ada sama sekali. Para ilmuwan juga khawatir virus ini akan bermutasi hingga bisa menular dari orang ke orang, yang bisa menjadi pandemi global selanjutnya.



Simak Video "Nihil Kasus di Indonesia, Kemenkes: Flu Babi G4 Tak Sefatal COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/sao)
Topik Hangat Virus Baru G4