Rabu, 01 Jul 2020 15:10 WIB

Waspada Virus Flu Babi G4, Kementan Perkuat Kapasitas Deteksi Laboratorium

Firdaus Anwar - detikHealth
biogas dari kotoran babi di bali Kementan tanggapi penemuan virus flu babi G4 di China. (Foto ilustrasi: Khadijah Nur Azizah/detikHealth)
Topik Hangat Virus Baru G4
Jakarta -

Ilmuwan di China melaporkan adanya varian virus flu babi baru yang disebut berpotensi untuk jadi pandemi. Virus dengan kode G4 EA H1N1 ini diperkirakan sudah menginfeksi sekitar 4,4 persen populasi umum berdasarkan tes antibodi, namun belum ada bukti bisa menular antarmanusia.

"Temuan ini menekankan bahwa kita tak bisa lengah terhadap influenza. Kita harus tetap waspada dan terus melakukan pemantauan, meski di tengah pandemi COVID-19," ujar seorang juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) seperti dikutip dari BBC, Rabu (1/7/2020).

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian pertanian (Kementan), I Ketut Diarmita, menjelaskan virus flu babi G4 hingga saat ini belum dilaporkan ada di Indonesia. Namun, pihaknya akan meningkatkan kewaspadaan dengan memperkuat kemampuan deteksi laboratorium.

Petugas-petugas karantina di pintu masuk Indonesia juga disebut selalu mewaspadai hewan dan produk yang berpotensi membawa penyakit.

"Pengawasan sistematis terhadap virus influenza pada babi adalah kunci sebagai peringatan kemungkinan munculnya pandemi influenza berikutnya. Kita akan siapkan rencana kontingensinya juga," kata Ketut dalam rilis yang diterima detikcom, Rabu (1/7/2020).

Ketut meyakinkan agar masyarakat tidak perlu terlalu khawatir. Beberapa daerah di Indonesia memang melaporkan adanya wabah penyakit pada babi, namun ini adalah demam babi Afrika atau African swine fever (ASF).

ASF dan flu babi G4 merupakan dua jenis penyakit berbeda. ASF diketahui tidak dapat menular ke manusia.

"Kasus penyakit pada babi yang ada di Indonesia pada saat ini adalah ASF dan bukan flu babi," ungkap Ketut.



Simak Video "WHO: Virus Flu Babi G4 di China Bukan Virus Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)
Topik Hangat Virus Baru G4