Rabu, 01 Jul 2020 21:05 WIB

Virus G4 Disebut Bisa Menular ke Manusia, Apa Saja Gejalanya?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Virus Demam Babi Afrika Telah Menyebar Ke 22 Provinsi di China Virus flu babi G4 disebut bisa jadi pandemi berikutnya. (Foto ilustrasi: ABC Australia)
Topik Hangat Virus Baru G4
Jakarta -

Peneliti China menemukan jenis virus baru yang dikhawatirkan berpotensi menjadi pandemi selanjutnya, setelah COVID-19. Virus ini diberi kode G4 EA H1N1 atau disebut G4, yang termasuk varian dari virus flu babi H1N1.

Meski belum ada bukti virus flu babi G4 Ini bisa menular antarmanusia, virus ini bisa menular dari hewan ke manusia. Tak hanya itu, ilmuwan khawatir virus baru ini kemungkinan bisa menyebabkan pandemi selanjutnya jika replikasi terus terjadi.

"Saat ini kita teralihkan oleh virus Corona dan memang demikian. Tapi kita tidak boleh abai dengan virus baru yang potensial berbahaya," kata Prof Kin-Chow Chang dari Nottingham University, dikutip dari BBC.

Bisa menular ke manusia, gejala apa saja yang muncul?

Para peneliti menemukan jenis virus influenza dengan materi genetik yang disebut genotipe G4 menjadi dominan pada populasi babi sejak 2016. Tak hanya itu, ilmuwan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China mengatakan virus ini ternyata juga berpengaruh pada manusia, terutama di pernapasan.

Menurut mereka, virus G4 ini mempengaruhi sistem pernapasan manusia dan bisa berkembang biak dengan cepat. Para peneliti ini juga mengidentifikasi gejala-gejala klinis virus flu babi G4, seperti, bersin, mengi, batuk, dan rata-rata mengalami penurunan berat badan maksimum yang berkisar antara 7,3 hingga 9,8 persen dari massa tubuh.

Menurut studi yang diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) AS, manusia tidak kebal terhadap virus G4 dan tidak bisa terlindungi dengan jenis vaksin influenza yang ada. Hal ini membuat lembaga kesehatan meminta pemantauan yang lebih terhadap virus ini.



Simak Video "WHO: Virus Flu Babi G4 di China Bukan Virus Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)
Topik Hangat Virus Baru G4