Peneliti Klaim Ciptakan Filter yang Bisa Bunuh Virus Corona di Udara

Peneliti Klaim Ciptakan Filter yang Bisa Bunuh Virus Corona di Udara

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Jumat, 10 Jul 2020 10:36 WIB
Apakah Mutasi Virus Corona Akan Mengubahnya Jadi Jinak?
Peneliti klaim temukan filter yang bisa bunuh virus Corona. (Foto: DW (News)
Jakarta -

Baru-baru ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperbarui pedoman terkait rute penularan virus Corona COVID-19. Disebutkan bahwa rute penularan Corona lewat udara bisa terjadi di ruangan tertutup.

Dikutip dari Science Daily, para peneliti dari University of Houston bekerja sama dengan yang lain merancang filter udara yang diklaim bisa bunuh virus Corona secara instan. Zhifeng Ren, direktur Texas Center for Superconductivity di UH, berkolaborasi dengan Monzer Hourani, CEO Medistar, sebuah perusahaan yang berbasis di Houston, dan peneliti lain untuk merancang filter tersebut dan dijelaskan dalam sebuah makalah yang diterbitkan dalam Material Today Fisika.

Para peneliti melaporkan bahwa tes yang dilakukan di Galveston National Laboratory menemukan 99,8 persen SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan COVID-19, diklaim terbunuh melalui filter dibuat dari busa nikel yang dipanaskan hingga 200 derajat Celcius. Filter ini juga disebut-sebut membunuh 99,9 persen spora antraks dalam pengujian di lab nasional, yang dijalankan oleh University of Texas Medical Branch.

"Filter ini dapat berguna di bandara dan di pesawat terbang, di gedung-gedung perkantoran, sekolah dan kapal pesiar untuk menghentikan penyebaran COVID-19," kata Ren, Ketua MD Anderson Physics di UH dan penulis yang juga menjadi penulis makalah.

"Kemampuannya untuk membantu mengendalikan penyebaran virus bisa sangat berguna bagi masyarakat," jelas eksekutif Medistar.

ADVERTISEMENT

Para peneliti meyakini virus Corona dapat tetap bertahan di udara selama tiga jam. Dengan pembukaan kembali bisnis, para peneliti menyebut sulit mengendalikan penyebaran di ruangan ber-AC terutama penuh dengan banyak orang.

Peneliti juga menyebut virus Corona tidak dapat bertahan pada suhu di atas 70 derajat Celcius, sehingga para peneliti memutuskan untuk menggunakan filter yang dipanaskan. Dengan membuat suhu filter lebih panas sekitar 200 derajat Celcius, filter ini diklaim dapat membunuh virus Corona hampir secara instan.

"Teknologi perlindungan udara dalam ruangan biodefense novel ini menawarkan pencegahan garis-pertama terhadap transmisi yang dimediasi lingkungan dari SARS-CoV-2 melalui udara dan akan berada di garis depan teknologi yang tersedia untuk memerangi pandemi Corona saat ini, " jelas para peneliti.




(naf/up)
Corona Gentayangan di Udara?
29 Konten
Sebanyak 239 ilmuwan dari 32 negara mengklaim punya bukti virus Corona COVID-19 menular lewat udara. WHO didesak merevisi pedoman. Berhubungan dengan mikrodroplet?

Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya