Senin, 13 Jul 2020 05:00 WIB

Benjolan di Leher Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius, Ini Penyebabnya

Lusiana Mustinda - detikHealth
kelenjar getah bening Foto: kelenjar getah bening
Jakarta -

Benjolan di leher dapat mengkhawatirkan, terutama jika tidak terlihat. Namun beberapa kondisi dapat menyebabkan benjolan bengkak di bagian belakang leher.

Bisa dikatakan 'jinak' jika benjolan tersebut disebabkan karena jerawat dan istirahat. Benjolan di leher juga bisa menyebabkan nyeri, namun bisa juga tidak menimbulkan rasa sakit sama sekali ketika dipegang.

Dikutip dalam Medical News Today dan Healthline, berikut beberapa benjolan di leher:

1. Pembengkakan kelenjar getah bening


Penyebab benjolan di leher yang sakit bila ditekan bisa saja karena pembengkakan kelenjar getah bening. Kelenjar getah bening adalah sistem drainase tubuh. Mereka membantu sistem kekebalan tubuh menyingkirkan bakteri, virus dan sel-sel mati. Kelenjar getah bening kadang membengkak, terutama jika tubuh melawan infeksi.

Beberapa kelenjar getah bening ada di sepanjang bagian belakang leher di kedua sisi tulang belakang. Ada juga kelenjar getah bening di belakang telinga. Benjolan lunak berukuran sekitar kelereng dan bergerak sedikit ketika seseorang menyentuhnya mungkin merupakan kelenjar getah bening yang membengkak.

Benjolan di leher yang diakibatkan karena membengkaknya kelenjar getah bening bisa terjadi karena tanda infeksi telinga atau kista yang terinfeksi.

2. Jerawat


Penyebab benjolan di leher belakang adalah jerawat. Komedo dan jerawat yang meradang bisa menyebabkan benjolan dan pembengkakan di bagian belakang leher. Jerawat yang berkembang ketika ada keringat dan bakteri serta minyak yang menutupi pori-pori.

Jika benjolan di leher terjadi karena jerawat, sebaiknya gantilah shampo dan menjaga leher tetap bersih dan kering serta menjaga kebersihan rambut. Jerawat termasuk benjolan di leher yang tidak berbahaya.

3. Kista


Kista sebasea adalah nodul yang terletak di bawah kulit yang mengandung protein keratin. Kista ini bisa tumbuh sangat besar. Sebagian besar tidak menyakitkan, tetapi jika mereka terinfeksi, mereka mungkin menyerupai jerawat besar. Kista dapat datang dan pergi atau mereka dapat tumbuh semakin besar.

Jika kista tersebut memerah, sebaiknya periksakan diri ke dokter karena bisa saja terjadi infeksi.

4. Bisul


Benjolan merah yang bernanah yang ada leher kanan dan kiri bisa jadi bisul. Bisul adalah infeksi lokal yang terjadi pada kulit. KIsta, jerawat dan folikel rambut yang tersumbat jika terinfeksi bisa berubah menjadi bisul.

Memecahkan bisul bisa menyebabkan infeksi menjadi lebih buruk atau menyebar. Sebagai gantinya, kamu harus mencoba kompres hangat dan menjaga area bisul tetap bersih.

Jika bisul disertai dengan demam, Anda perlu ke dokter dan meminta resep antibiotik.

5. Gondok


Benjolan di leher kiri dan kanan yang membesar bisa saja gondok. Gondok adalah pertumbuhan kelenjar tiroid yang abnormal. Ini mungkin jinak atau terkait dengan peningkatan atau penurunan hormon tiroid. Gondok yang semakin membesar dapat menyebabkan kesulitan menelian atau bernapas.

6. Kanker tiroid


Benjolan di leher yang sakit bila ditekan adalah kanker tiroid. Kanker ini terjadi ketika sel-sel normal di tiroid menjadi abnormal dan mulai tumbuh di luar kendali. ni adalah bentuk kanker endokrin yang paling umum.

Gejalanya meliputi benjolan di leher, batuk, suara serak, nyeri tenggorokan atau leher, kesulitan menelan dan kelenjar tiroid yang bengkak.

7. Lipoma


Lipoma terkadang tidak terlalu kelihatan dan jika diraba tidak sakit. Akan tetapi benjolan di leher kiri, kanan atau belakang ini jika disentuh dapat digerakkan dengan jari. Ukurannya kecil dan berada di bawah kulit. Umumnya benjolannya terletak di leher, punggung atau bahu.



Simak Video "Tips Sehat dr Reisa bagi Penderita PTM Usia di Atas 50 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/erd)