Rabu, 15 Jul 2020 12:14 WIB

Bayi Lahir Positif Corona Jadi Bukti Penularan Terjadi di Rahim

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Photo of a new born baby where the focus is on feet and toes. The umbilical cord is there with surgical scissors attached. The face of the baby is not in the photograph. Body color is pink and feet are slightly purple. Seorang bayi dilaporkan terinfeksi Corona saat di kandungan. (Foto: iStock)
Jakarta -

Seorang bayi yang terlahir dengan infeksi Corona jadi salah satu bukti bahwa penularan bisa terjadi selama kehamilan. Bayi yang lahir di Texas, Amerika Serikat, ini segera dilarikan di unit perawatan intensif setelah mengalami masalah pernapasan.

Sang ibu, sebelumnya didiagnosa mengidap COVID-19. Bayinya setelah lahir mengalami masalah pernapasan dan demam. Ketika para peneliti menganalisis plasenta, mereka menemukan jejak peradangan dan jejak virus Corona COVID-19.

"Studi kami adalah yang pertama kali mendokumentasikan penularan selama kehamilan berdasarkan bukti imunohistokimia dan ultrastruktural dari infeksi SARS-CoV-2 dalam sel janin plasenta," kata peneliti dr Amanda Evans dari Universitas Texas dari Pusat Medis Universitas Texas Barat Daya dalam penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal The Pediatric Infectious Disease.

Peneliti juga menyebut kasus ini menjadi bukti bayi bisa tertular di dalam rahim. Pekan lalu, para ahli di Italia juga menemukan 'bukti kuat' penularan janin setelah virus ditemukan di dalam darah tali pusat dan plasenta.

Untuk kasus di Texas, bayi tersebut lahir prematur di usia 34 minggu. Karena adanya kecurigaan terpapar COVID-19, ia ditempatkan di unit perawatan intensif neonatal.

Tes lebih lanjut dari plasenta mengungkapkan adanya partikel Corona dan protein yang diyakini spesifik untuk COVID-19. Karena hasil ini, para peneliti menyimpulkan bahwa COVID-19 ditularkan kepada bayi dalam kandungan, bukan selama atau setelah kelahirannya.

Bayi itu diberi oksigen tambahan selama beberapa hari dan dinyaakan positif COVID selama dua minggu pertama kehidupannya. Tiga minggu setelah dia lahir, dia dan ibunya dipulangkan, dan keduanya dikatakan dalam kondisi baik.



Simak Video "Sejumlah Negara Diminta WHO Kembali Lockdown"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/fds)