Kamis, 16 Jul 2020 06:07 WIB

Round Up

Heboh Hana Hanifah, Prostitusi Puluhan Juta Kok Ada yang Beli?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Hana Hanifah di Polrestabes Medan (Datuk Haris-detikcom) Hana Hanifah di Polrestabes Medan (Datuk Haris-detikcom)
Jakarta -

Belakangan heboh kasus artis FTV Hana Hanifah yang diduga terjerat kasus prostitusi. Pasalnya, ia disebut telah menerima uang puluhan juta rupiah.

Motifnya disebut-sebut adalah faktor ekonomi. Hal ini disampaikan Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko. "Alasannya tadi sudah saya sampaikan, menjanjikan keuntungan ekonomi yang sangat besar," ujar Riko.

Menurut Nuzulia Rahma Tsistinarum, psikolog klinis dari Pro Help Center yang juga seorang penulis, faktor ekonomi memang menjadi salah satu penyebab seseorang terjerat kasus prostitusi. Namun, Rahma menegaskan faktor ekonomi tidak selalu soal kebutuhan mendesak seperti kebutuhan makan sehari-hari.

"Kalau dari data tersebut kan karena faktor ekonomi. Dalam arti keuntungan ekonomi yang besar. Keinginan hidup mapan secara instan," jelas Rahma saat dihubungi detikcom Rabu (15/7/2020).

"Yang dimaksud faktor ekonomi di sini bukan kebutuhan ekonomi untuk biaya hidup sehari hari tetapi ada keinginan ekonomi atau keinginan untuk kehidupan yang mapan," kata Rahma.

Lalu mengapa ada orang yang rela mengeluarkan uang hingga puluhan juta untuk memuaskan syahwat sesaat?

Rahma menilai kemungkinan seseorang rela mengeluarkan uang puluhan juta bisa terjadi karena mencari pelarian dari ketidakpuasan dalam rumah tangga. Selain itu, Rahma menyinggung adanya ketidakmampuan seseorang dalam mengatur perilaku.

Sementara itu, psikolog klinis Ni Made Diah Ayu Anggreni, MPsi dari Personal Growth menyebut pria yang rela mengeluarkan uang puluhan juta umumnya memiliki rasa bangga di balik perbuatannya tersebut.

"Sebenarnya sih pada umumnya kenapa laki-laki rela gitu ya mengeluarkan banyak uang secara umum sih mendapatkan kepuasan dan juga pengakuan, jadi semakin tinggi harganya semakin itu menunjukan kelasnya, semakin banggalah laki-lakinya dengan teman-teman yang lain," ujar Diah saat dihubungi secara terpisah Rabu (15/7/2020).



Simak Video "UNICEF: Orang Tua Juga Harus Perhatikan Kesehatan Jiwa"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)