Minggu, 19 Jul 2020 18:05 WIB

Round Up

Heboh Hana Hanifah dan Alasan Prostitusi Tetap Laku Meski Tarif Puluhan Juta

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Hana Hanifah Hana Hanifah terseret kasus dugaan prostitusi. (Foto: Instagram @ hanaaaast)
Jakarta -

Beberapa waktu lalu, artis FTV Hana Hanifah terseret kasus dugaan prostitusi dan saat ini berstatus sebagai saksi. Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko, menduga kasus prostitusi yang melibatkan Hana ini karena adanya keuntungan besar yang menjanjikan.

"Alasannya tadi sudah saya sampaikan, menjanjikan keuntungan ekonomi yang sangat besar," kata Riko.

Prostitusi disebut sebagai bisnis yang tidak akan pernah mati karena punya target pasarnya sendiri. Terlebih bisnis tersebut melibatkan orang-orang yang berasal dari kalangan terkenal, tak terkecuali artis. Berikut 3 fakta psikologis terkait bisnis esek-esek berbayar.

Kenapa prostitusi marak di kalangan artis?

Psikolog klinis dari Pro Help Center, Nuzulia Rahma Tristinarum, mengatakan bisnis ini menjanjikan keuntungan ekonomi yang besar. Hal ini bisa mendorong keinginan seseorang untuk bisa merasakan gaya hidup yang mewah dan mapan secara instan.

"Contoh keinginan hidup mapan adalah ingin beli baju, tas, handphone, dan barang-barang yang bermerek. Keinginan hidup gaya dan kaya tanpa kerja keras," jelas Rahma pada detikcom, beberapa waktu lalu.

Laris manis prostitusi puluhan juta

Bisnis prostitusi ini yang tidak pernah mati dan terus laris manis diminati, meskipun harus merogoh uang hingga puluhan juta. Menurut Rahma, hal ini dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya arah hidup yang tidak jelas.

"Banyak laki-laki yang mau keluar uang untuk kebutuhan syahwat, bisa jadi karena beberapa hal seperti tidak memiliki arah hidup yang jelas. Sehingga mudah tergoda kesenangan sesaat," katanya.

Selain itu, kurangnya kemampuan dalam mengatur perasaan, pikiran, dan perilaku juga bisa menjadi faktor yang membuat bisnis ini selalu laris diminati.

Alasan pria hidung belang jajan seks

Saat pria hidung belang berani mengeluarkan uang banyak untuk jajan seks, Rahma menjelaskan mungkin ada kelainan seksual. Namun, kecanduan itu sudah berada pada tahap yang cukup tinggi atau bahkan hypersexual.

"Bisa jadi (kepuasan tertentu) atau ada kelainan seksual. Misalnya kecanduan pornografi juga bisa jadi salah satu penyebab beli jasa seks. Sudah sampai tahap kecanduan atau addicted," terangnya.

Psikolog klinis lainnya dari Personal Growth, Ni Made Diah Ayu Anggreni, MPsi, menilai ada hal lain yang dicari para pria hidung belang saat jajan seks. Hal ini berkaitan dengan rasa 'bangga' pada diri mereka sendiri.

"Laki-laki rela gitu ya mengeluarkan banyak uang secara umum sih mendapat kepuasan dan juga pengakuan. Jadi, semakin tinggi harganya, semakin itu menunjukkan kelasnya, semakin banggalah laki-lakinya dengan teman-teman yang lain," jelas Diah.



Simak Video "Kata Psikolog soal Prank yang Dibuat Ferdian Paleka"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)