Selasa, 21 Jul 2020 07:59 WIB

Uji Awal Vaksin Corona Oxford Menjanjikan, September Sudah Tersedia?

Ayunda Septiani - detikHealth
Vaksin virus corona: Vaksin disebut bisa melatih kekebalan tubuh melawan virus corona dalam uji coba tahap pertama di AS Hasil uji awal vaksin Corona Oxford sukses hasilkan antibodi dalam 28 hari. (Foto ilustrasi: BBC Magazine)
Jakarta -

Hasil awal dari percobaan pembuatan vaksin virus Corona COVID-19 yang dikembangkan oleh University of Oxford, Inggris, menunjukan hasil yang memuaskan. Hasilnya aman dan bisa menginduksi respons imun.

Dikutip dari laman CNN, vaksin buatan Oxford ini bisa memicu antibodi dalam 28 hari dan respons sel T dalam 14 hari. Uji coba ini melibatkan 1.077 orang yang berusia 18 hingga 55 tahun yang tidak memiliki riwayat terinfeksi virus Corona dan berlangsung di lima rumah sakit di Inggris dari bulan April hingga Mei.

"Kami berharap sistem kekebalan tubuh akan mengingat virus, sehingga vaksin kami akan melindungi orang untuk waktu yang lama," kata Profesor University of Oxford Andrew Pollard.

David Carpenter, kepala komite etik Berkshire yang menyetujui uji klinis menyiratkan optimisme bahwa vaksin tersebut akan tersedia dalam waktu dekat.

"Bisa saja salah tapi kenyataannya bekerja dengan perusahaan farmasi besar faksin bisa tersedia luas sekitar September dan ini target yang sedang mereka kerjakan," katanya, dikutip dari Telegraph.

Vaksin yang masih terus dikembangkan tersebut tidak memberi efek samping yang serius. Mayoritas dari efek samping yang dirasa hanya kelelahan dan sakit kepala.

Efek samping lainnya yakni rasa sakit di kulit tempat disuntik vaksin. Ada pula yang merasakan efek nyeri otot, kedinginan dan demam.

"Namun, kami perlu penelitian lebih lanjut sebelum kami dapat mengonfirmasi bahwa vaksin melindungi secara efektif terhadap infeksi virus Corona COVID-19, dan untuk berapa lama perlindungan berlangsung," kata Andrew.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, vaksin buatan Oxford ini merupakan salah satu vaksin dari 23 vaksin virus Corona COVID-19 yang saat ini dalam uji klinis di dunia.



Simak Video "WHO Targetkan 2 Miliar Vaksin Tersedia Akhir 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)