Rabu, 22 Jul 2020 09:00 WIB

Studi Sebut Virus Corona Lebih Menular di Rumah, Kok Bisa

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Stay at home quarantine coronavirus pandemic prevention.Mother and daughter in protective medical masks standing near on window and looks out window. Studi sebut virus Corona lebih menular di rumah. (Foto: Getty Images/iStockphoto/virojt)
Jakarta -

Ahli epidemiologi Korea Selatan telah menemukan bahwa orang lebih mungkin tertular virus corona dari anggota keluarga mereka sendiri daripada dari kontak di luar rumah.

Sebuah penelitian yang diterbitkan di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) pada 16 Juli melihat secara terperinci 5.706 indeks pasien yang telah dites positif terkena virus Corona dan lebih dari 59.000 orang yang kontak dengan mereka.

Temuan menunjukkan hanya dua dari 100 orang yang terinfeksi tertular dari orang di luar rumah, sementara satu dari 10 orang tertular COVID-19 dari keluarga mereka sendiri.

Menurut kelompok umur, tingkat infeksi dalam rumah tangga lebih tinggi ketika kasus pertama yang dikonfirmasi adalah remaja atau orang berusia 60-an dan 70-an tahun.

"Ini bisa saja karena kelompok usia ini lebih cenderung melakukan kontak dekat dengan anggota keluarga karena kelompok ini lebih membutuhkan perlindungan atau dukungan," kata Jeong Eun-kyeong, direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) dan salah satu penulis penelitian, dikutip dari Reuters.

Anak-anak dengan COVID-19 juga lebih cenderung tidak menunjukkan gejala dibandingkan orang dewasa, yang membuatnya lebih sulit untuk mengidentifikasi kasus indeks dalam kelompok itu.

"Perbedaan dalam kelompok umur tidak memiliki signifikansi yang besar dalam kontak COVID-19. Anak-anak bisa lebih kecil kemungkinannya untuk menularkan virus, tetapi data kami tidak cukup untuk mengkonfirmasi hipotesis ini," sebut Dr Choe Young-june, asisten profesor Fakultas Kedokteran Universitas Hallym.



Simak Video "Dugaan Kasus Reinfeksi Covid-19 Pertama di Korsel"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)