Rabu, 22 Jul 2020 13:29 WIB

4 Hoax Seputar COVID-19 yang Banyak Beredar

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Positive blood test result for the new rapidly spreading Coronavirus, originating in Wuhan, China 4 hoax seputar virus Corona yang banyak beredar. (Foto ilustrasi: iStock)
Topik Hangat Hoax Thermo Gun
Jakarta -

Semakin merebaknya pandemi Corona di berbagai negara, termasuk Indonesia, memicu munculnya beragam informasi kesehatan untuk mencegah bahkan membunuh virus Corona. Tetapi, tidak semua informasi tersebut benar.

Masih ada informasi-informasi tidak benar alias hoax yang bisa saja tidak ada efeknya atau bahkan bisa membahayakan diri seseorang. Berikut detikcom rangkum 4 hoax yang beredar seputar COVID-19.

1. Makan bawang putih bisa cegah COVID-19

Sempat beredar informasi yang menyebut makan bawang putih bisa mencegah infeksi akibat virus Corona COVID-19. Tetapi, belum ada penelitian lebih lanjut yang bisa membuktikan bahwa makan bawang putih bisa melindungi manusia dari virus tersebut.

Meski mengkonsumsi bawang putih tidak berbahaya, tetapi jika dikonsumsi secara berlebihan pasti bisa membahayakan orang tersebut. Seperti seorang wanita asal China yang harus dirawat di rumah sakit karena mengkonsumsi 1,5 kilogram bawang putih mentah.

2. Minum air putih tiap 15 menit

Beredar juga informasi di media sosial disebut mengutip dari 'seorang dokter Jepang' yang merekomendasikan minum air putih per 15 menit untuk membasmi virus yang ada di mulut.

Namun, Profesor Trudie Lang dari Oxford University mengatakan tidak ada mekanisme biologis yang mendukung gagasan bahwa dengan minum air putih per 15 menit bisa membasmi virus.

Virus Corona bisa masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan. Meskipun kemungkinan bisa masuk lewat mulut, tetapi bukan berarti minum air putih dengan cara seperti itu bisa membunuhnya.

3. Thermo gun merusak otak

Baru-baru ini juga beredar informasi bahwa thermo gun, termometer berbentuk pistol yang digunakan untuk mengukur suhu tubuh, disebut bisa merusak otak. Hal ini diklaim karena sinar laser dari pengukur suhu tersebut diarahkan ke dahi, lalu radiasinya bisa merusak struktur dan jaringan otak.

Namun, lagi-lagi informasi tersebut tidak benar. Para pakar dari Departemen Fisika Kesehatan Kedokteran Medical Technology IMERI, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) mengatakan bahwa thermo gun tidak berbahaya sama sekali.

Sinar yang keluar dari thermo gun tersebut adalah inframerah yang akan menangkap energi radiasi dari tubuh dan diubah menjadi energi listrik. Kemudian, energi itu akan ditampilkan dalam angka digital pada termometer tersebut. Jadi, cahaya yang memancar dari thermo gun hanya inframerah, bukan memancarkan radiasi apalagi laser.

4. Mandi air panas bisa bunuh virus

Ada juga informasi yang mengatakan mandi air panas bisa membunuh virus yang ada di tubuh. Namun, lagi-lagi informasi ini tidak sepenuhnya benar.

Profesor Bloomfield mengatakan, sinar matahari mungkin bisa mencegah tubuh terinfeksi virus, tetapi mandi air panas sama sekali tidak bisa membunuh virus yang menjadi pandemi saat ini.

"Setelah virus masuk ke tubuh, tidak ada cara untuk membunuhnya. Tubuh Anda sendiri yang harus melawannya," jelasnya, mengutip dari BBC, Rabu (22/7/2020).

"Untuk membunuh virus, Anda membutuhkan suhu lebih dari 60 derajat Celcius," imbuh Profesor Bloomfield.

Mungkin dengan suhu tersebut bisa membunuh virus pada kain atau permukaan kulit, tetapi tidak akan baik untuk tubuh manusia.



Simak Video "Cara Mudah Bantu 'Memulihkan' Dunia dari Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)
Topik Hangat Hoax Thermo Gun