Kamis, 23 Jul 2020 12:09 WIB

Viral Ekspresi Catherine Wilson, Memangnya Efek Sabu Seperti Apa?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Catherine Wilson Catherine Wilson curi atensi saat jadi bintang tamu di salah satu acara talkshow. (Foto: Palevi/detikHOT)
Jakarta -

Ekspresi Catherine Wilson saat menjadi tamu dalam sebuah acara talkshow jadi sorotan warganet. Dalam video yang beredar di sosial media, aktris yang kerap disapa Keket itu diduga 'nge-fly' karena efek sabu.

"Di depan kamera, kok ya "kenceng" banget mukanya," tulis salah satu akun Twitter @**e*ue

Di video itu terlihat Catherine selalu bergerak, meskipun tengah duduk di sofa. Ia juga tampak tak bisa duduk tenang dan kepalanya kerap menoleh ke kanan dan ke kiri.

Catherine kini sedang tersandung kasus narkoba. Karenanya, banyak komentar mengaitkan ekspresinya tersebut dengan efek pemakaian sabu.

Memangnya, seperti apa sih sebenarnya efek sabu?

Dikutip dari Addiction Center, methamphetamine atau sabu sangat mempengaruhi otak dan tubuh penggunanya. Ketika sabu digunakan, bahan kimia yang disebut dopamin membanjiri bagian-bagian otak yang mengatur perasaan senang. Pengguna juga merasa percaya diri dan energik.


Hanya saja sabu sangat membuat orang ketagihan dan pengguna secara fisik tergantung pada obat tersebut. Itulah sebabnya ketika efek sabu habis, orang-orang yang mengonsumsinya akan merasa depresi dan mudah marah.

Beberapa efek dari penggunaan sabu antara lain:

- Hiperaktif
- Gerakan tersentak-sentak
- Paranoia
- Penurunan berat badan drastis
- Luka pada kulit
- Nafsu makan turun
- Kedutan
- Gigi membusuk

Efek lain dari penggunaan methamphetamine adalah 'tweaking' atau periode kecemasan dan insomnia yang berlangsung 3-15 hari. Tweaking terjadi pada akhir pesta narkoba ketika seseorang yang menggunakan met tidak bisa 'nge-fly' lagi.

Tweaking dapat menyebabkan efek samping psikologis, seperti paranoia, lekas marah, dan kebingungan karena putus asa untuk menggunakannya lagi. Tweaking akibat penggunaan sabu juga bisa menyebabkan orang mengalami halusinasi dan menjadi rentan terhadap perilaku kekerasan.



Simak Video "Sudah Direhab Masih Terjerumus Narkoba, Ini Kata Psikolog"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)