Minggu, 26 Jul 2020 14:10 WIB

Peneliti China Desak Trump Minta Maaf Atas Klaim Corona dari Lab Wuhan

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
FILE - In this Thursday, Feb. 23, 2017 file photo, Shi Zhengli works with other researchers in a lab at the Wuhan Institute of Virology in Wuhan in central Chinas Hubei province. On Dec. 30, 2019, Wuhan health officials issued an internal notice warning of an unusual pneumonia, which leaked on social media. That evening, Shi, famous for having traced the SARS virus to a bat cave, was alerted to the new disease, according to an interview with Scientific American. Shi took the first train from a conference in Shanghai back to Wuhan. (Chinatopix via AP) Shi Zhengli bekerja di laboratorium di Wuhan. (Foto: Chinatopix via AP)
Jakarta -

Seorang ilmuwan terkemuka di laboratorium Wuhan mendesak permintaan maaf dari Donald Trump. Ketua Pusat Penyakit Menular di Institut Virologi Wuhan, Shi Zhengli, mengecam pemerintah AS karena menghentikan pendanaan untuk penelitian bersama dengan para ilmuwan Amerika.

Shi juga telah menyangkal tuduhan bahwa anggota timnya telah melakukan kontak dengan virus Sars-CoV-2 penyebab COVID-19 sebelum terdeteksi di kota akhir tahun lalu, dengan mengatakan klaim Trump bahwa Corona bocor dari lab Wuhan benar-benar bertentangan dengan fakta.

"Ini membahayakan dan mempengaruhi pekerjaan akademik dan kehidupan pribadi kita. Dia berhutang permintaan maaf kepada kami," kata Shi dalam wawancara dengan Science, dikutip dari South China Morning Post.

Shi dijuluki 'wanita kelelawar' setelah melakukan sejumlah penelitian mengenai Sars-CoV-2 pada kelelawar. Shi dan kepala aliansi EcoHealth dari AS, Peter Daszak, telah bekerjasama mempelajari bagaimana virus Corona berpindah dari kelelawar ke manusia dan sejauh ini telah membuat beberapa penemuan penting.

Namun klaim virus Corona berasal dari lab Wuhan membuat kerjasama itu dihentikan.

"Kami tidak memahami adanya penghentian dukungan pendanaan untuk kolaborasi kami dan merasa hal itu benar-benar tidak masuk akal," tegasnya.

Sejauh ini, Trump dan beberapa pejabat AS lainnya masih terus membuat pernyataan tanpa bukti bahwa virus Corona berasal dari lab Wuhan dan peneliti di sana sengaja 'meloloskan' virus.

Asal-usul COVID-19 sendiri hingga saat ini masih belum diketahui. Para peneliti umumnya percaya Corona berasal dari kelelawar yang menulari manusia. Kini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) disebut telah mengirimkan tim ke Wuhan untuk mempelajari sumber awal virus Corona yang kini jadi pandemi.



Simak Video "Cerita Haru Dokter-Pasien Sembuh dari COVID-19 di Wuhan"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/fds)