Rabu, 29 Jul 2020 09:45 WIB

Artis VS Diduga Prostitusi, Ini 5 Penyakit Akibat Seks Tak Aman

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Ilustrasi perdagangan orang/prostitusi (Fuad Hashim/detikcom) Foto: Ilustrasi perdagangan orang/prostitusi (Fuad Hashim/detikcom)
Jakarta -

Dugaan kasus prostitusi kembali datang dari kalangan artis. Kali ini, polisi mengamankan seorang artis berinisial VS yang diduga terkait prostitusi di Bandar Lampung. Artis tersebut masih diperiksa.

"Iya (inisial VS)," kata Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Resky Maulana saat dihubungi detikcom, Rabu (29/7/2020).

Kasus prostitusi memiliki beragam risiko pada kesehatan. Sebab, kebiasaan berganti pasangan memicu risiko beragam penyakit infeksi menular seksual. Ini 5 penyakit infeksi menular seksual yang harus diwaspadai dirangkum detikcom dari berbagai sumber.

1. Klamidia

Salah satu penyakit yang bisa timbul adalah klamidia. Penyakit ini sebenarnya tidak menimbulkan gejala, dikenal juga sebagai silent infection, tetapi bukan berarti tidak berbahaya.

Klamidia bisa menyebabkan nyeri dan ketidaksuburan. Klamidia juga bisa menyerang anus dan tenggorokan.

Gejala yang ditimbulkan antara lain:

- Keluar cairan tak biasa dari vagina, penis, atau rektum
- Rasa terbakar dan gatal di kelamin pria
- Nyeri saat kencing
- Haid yang banyak atau keluar darah di antara waktu haid
- Nyeri perut bawah dan pelvis
- Nyeri perut bawah pada wanita saat seks
- Keluar darah selama atau setelah seks
- Testis membengkak dan sakit

2. Gonorea

Gonorea atau infeksi bakteri juga kerap terjadi pada orang yang melakukan seks berisiko. Gonorea menyebabkan pria maupun wanita mengalami gangguan kesuburan.

Ini gejala yang harus diwaspadai:

- Keluarnya cairan berwarna kuning atau hijau
- Rasa terbakar saat kencing
- Nyeri di perut
- Haid yang banyak atau keluar darah di antara waktu haid
- Bengkak di kulup penis
- Bengkak di testis

3. Herpes genital

Herpes bisa sangat menular dan menyebar dengan mudah di daerah intim. Meski herpes sebenarnya bisa ditangani, tetapi sekali outbreak bisa bertahan dua hingga empat minggu. Beberapa ruam dan luka baru bisa sembuh 5-10 hari, akan mengering, dan tidak meninggalkan bekas.

Adapun gejala herpes adalah seperti berikut:

- Gejala seperti flu, misalnya demam, sakit kepala, nyeri dan sakit
- Rasa tajam, merinding, atau gatal di area kelamin atau anus
- Bintil berisi cairan muncul di beberapa area kelamin atau anus
- Nyeri saat kencing
- Keluarnya cairan tak biasa dari vagina atau penis

4. Sifilis

Meskipun sifilis tidak terlalu sering terjadi, jika tertular pengidapnya berisiko mengalami tiga tahap terkait gejalanya seperti berikut.

- Tahap satu, merupakan sifilis primer yang gejalanya muncul 2-4 minggu kemudian. Muncul luka kecil yang tidak sakit, merupakan pintu di mana infeksi masuk. Terkadang bisa muncul di bibir, amandel, tangan, atau pantat. Luka ini bisa menghilang setelah 2-6 minggu.

- Tahap dua, merupakan sifilis sekunder yang muncul beberapa minggu setelah luka sembuh. Nantinya akan muncul luka yang tak gatal di telapak tangan atau kaki, bintil kecil di dekat vagina atau anus, gejala seperti flu, bengkak di leher, ketiak atau selangkangan, turunnya berat badan, noda putih di lidah atau langit-langit mulut, dan pitak di rambut.

- Tahap tiga infeksi sudah menyebar luas di dalam tubuh menyebabkan komplikasi.

5. HIV

HIV atau human immunodeficiency virus biasanya ditularkan melalui seks vaginal atau anal. Beberapa orang yang terinfeksi HIV merasakan gejala penyakit seperti flu dalam waktu dua hingga empat minggu setelah virus memasuki tubuh. Berikut gejalanya, dikutip dari Mayo Clinic.

- Demam
- Sakit kepala
- Nyeri otot dan nyeri sendi
- Ruam
- Radang tenggorokan dan luka mulut yang menyakitkan
- Pembengkakan kelenjar getah bening, terutama di leher
- Diare
- Penurunan berat badan
- Batuk
- Berkeringat di malam hari



Simak Video "Gemerlap Dunia Selebriti dan Jurang Gelap Depresi"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)