Rabu, 29 Jul 2020 11:30 WIB

5 Penyebab Feses Tidak Normal, Pertanda Pencernaan Bermasalah

Elsa Himawan - detikHealth
ilustrasi toilet Penyebab feses tidak normal (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta -

Memperhatikan feses atau tinja mungkin merupakan kegiatan yang dirasa menjijikkan oleh banyak orang. Hal itulah yang membuat feses seringkali diabaikan dan tidak diperhatikan. Padahal melihat feses sendiri bisa menunjukkan tanda dari reaksi tubuh saat ini.

Bicara soal feses, kotoran ini bisa dikatakan sebagai sisa dari makanan yang tak dapat dicerna lagi, bakteri, dan zat lainnya yang memang tidak dibutuhkan di dalam tubuh. Meski demikian, feses sendiri bisa berbicara mengenai kondisi tubuh mu saat ini.

Jika feses yang dihasilkan dari tubuhmu masih terbilang normal, seperti tidak sakit ketika mengeluarkannya, berwarna kecoklatan, dan tidak mengeluarkan darah, kamu tidak perlu mencemaskannya. Lain halnya jika feses yang dikeluarkan memiliki ciri sebagai berikut :

1. Sering buang air besar (bisa lebih dari tiga kali dalam sehari)
2. Jarang buang air besar (kurang dari tiga kali dalam seminggu)
3. Jumlah feses yang dikeluarkan berlebihan
3. Feses berwarna kemerahan, hitam, hijau, kuning, atau putih
4. Feses terlihat berlemak
5. Rasa sakit ketika buang air besar
6. Terdapat darah pada feses
7. Feses berair (diare)
8. Sangat keras, sehingga begitu sakit saat mengeluarkannya.

Jika mengalami BAB tidak normal, segera cari tahu penyebabnya. Berikut penyebab feses tak normal yang perlu kamu ketahui :

1. Stres

Kondisi pencernaan dapat dipicu atau diperburuk oleh stres. Biasanya, orang tersebut mengalami irritable bowel syndrome (IBS) atau kumpulan gejala akibat iritasi pada saluran pencernaan. Pada beberapa kejadian, orang yang mengalami stres dapat ditandakan dengan diare dan sembelit.

2. Dehidrasi

Kurangnya minum air dapat menyebabkan gangguan pencernaan, seperti sembelit. Hal ini dikarenakan tinja membutuhkan kelembapan untuk bergerak melalui saluran pencernaan. Terlalu banyak konsumsi kafein dan alkohol juga dapat menyebabkan dehidrasi.

3. Kurang serat

Serat sangat berperan untuk membantu tinja bergerak dengan lancar melalui saluran pencernaan. Diet yang rendah serat, buah-buahan, sayur-sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan juga bisa menyebabkan masalah usus.

4. Alergi

Orang-orang yang memiliki alergi pada makanan tertentu seringkali mengalami diare dan sembelit. Misalnya, seseorang yang alergi dengan laktosa akan sering mengalami diare jika mereka mengkonsumsi kandungan susu.

5. Kondisi medis

Kondisi tertentu dapat menyebabkan sembelit, diare, atau kelainan kotoran lainnya. Faktor ini terjadi karena depresi, kanker, tiroid, dan radang usus.



Simak Video "Virus Corona Bisa Serang Usus Meski Pernapasan Negatif Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)