Jumat, 31 Jul 2020 04:49 WIB

Bawang Netralkan Kolesterol? 4 Fakta di Balik Mitos-mitos Daging Kambing

Elsa Himawan - detikHealth
YOGYAKARTA, INDONESIA - SEPTEMBER 12:  An Indonesian Muslim prepares a cow for slaughter during celebrations for Eid al-Adha at Jogokaryan mosque on September 12, 2016 in Yogyakarta, Indonesia. Muslims worldwide celebrate Eid Al-Adha, to commemorate the Prophet Ibrahims readiness to sacrifice his son as a sign of his obedience to God, during which they sacrifice permissible animals, generally goats, sheep, and cows.  (Photo by Ulet Ifansasti/Getty Images) Penyembelihan hewan kurban (Foto: Getty Images/Ulet Ifansasti)
Jakarta -

Kemeriahan Idul Adha tak pernah lepas dari bayang-bayang mitos seputar daging sapi dan kambing. Mulai dari efek torpedo untuk vitalitas pria, hingga kolesterol yang terkandung di dalamnya.

Tidak jarang, mitos-mitos itu menggiring pada risiko berbahaya. Tips-tips menetralkan kolesterol yang tidak ada dasar ilmiahnya misalnya, membuat orang jadi punya perasaan aman yang semu, lalu mengonsumsinya secara berlebihan alias tidak terkontrol.

Bagi yang sehat mungkin tidak masalah, tetapi tidak demikian jika punya riwayat kolesterol tinggi atau tekanan darah tinggi. Bukan tidak mungkin, malah kekambuhan yang didapat.

Nah agar tidak terjebak pemahaman yang sesat, berikut fakta-fakta di balik beberapa mitos yang beredar.

1. Bawang putih menetralkan kolesterol?

FAKTA: Pakar gizi komunitas, dr Tan Shot Yen, menegaskan bahwa tidak ada cara instan untuk menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Apalagi hanya dengan mengonsumsi bawang.

"Kalau memang bisa (menyembuhkan kolesterol dengan bawang putih), dokter ngapain kasih resep obat. Anjurkan aja pasien makan bawang putih banyak-banyak atau beli 'kapsul ajaib' isi bawang putih." ujar dr Tan saat dihubungi detikcom/

2. Torpedo kambing dongkrak vitalitas seks?

FAKTA: Hal ini dikonfirmasi oleh praktisi kesehatan dr Andi Khomeini Takdir, SpPD. Menurutnya, ada banyak faktor yang menentukan vitalitas seksual seorang pria.

"Vitalitas pria ditentukan oleh banyak faktor, bukan dengan konsumsi torpedo lantas masalah vitalitas selesai," kata dr Koko, sapaan akrabnya.

Justru, torpedo kambing punya kandungan lemak dan kolesterol yang perlu diwaspadai jika punya riwayat sakit jantung dan kolesterol tinggi. Imbangi dengan banyak makan sayur dan buah.

3. Sakit jantung tak boleh makan sate kambing?

FAKTA: Kuncinya ada pada porsi atau takaran. Dokter jantung dari RS Siloam Lippo Village, dr Vito A Damay, SpJP menyebut daging kambing mungkin berbahaya jika dikonsumsi berlebihan setiap hari.

"Kalau cuma hari raya mah, tidak masalah," tegas dr Vito.

4. Simvastatin bisa netralkan kolesterol sate kambing?

FAKTA: Secara teori, simvastatin merupakan obat untuk mengontrol kadar kolesterol. Namun tidak serta-merta bisa diminum bersamaan dengan sate kambing agar kolesterolnya tidak melonjak. Terlebih, obat ini hanya digunakan atas petunjuk dokter.

"Optimalnya kinerja Simvastatin itu kan kira-kira selama enam minggu," kata dr Vito.



Simak Video "Begini Cara Awet Menyimpan Daging Kurban"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)