Minggu, 02 Agu 2020 10:51 WIB

Mengandung Nitrosamin, Ikan Asin Bisa Picu Kanker Nasofaring

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Saat musim hujam, produksi ikan asin di Muara Angke menurun karena lamanya pengeringan. Sehingga pasokan ikan asin semakin menurun. Proses poduksi ikan asin (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Suka makan ikan asin? Boleh-boleh saja disantap sekali waktu, tetapi tidak dianjurkan untuk dikonsumsi berlebihan karena bisa meningkatkan risiko karsinoma atau kanker nasofaring.

Menurut Dr dr Eriza, SpTHT-KL, peningkatan risiko kanker nasofaring pada konsumsi ikan dipicu oleh kandungan nitrosamin. Senyawa ini terbentu dalam proses pengasinan dan penjemuran.

"Senyawa nitrat di ikan asin bereaksi dengan sinar matahari, terbentuk senyawa nitrosamin yang merupakan zat karsinogenik," jelas dr Eriza dalam webinar memperingati Hari Kanker Kepala-Leher, Minggu (2/8/2020).

Kanker nasofaring, menurut dr Eriza tidak menunjukkan gejala yang spesifik pada tahap awal sehingga sering dianggap flu biasa. Biasanya, pasien datang ketika kondisinya sudah stadium lanjut.

Namun ditegaskan, tidak ada larangan untuk makan ikan asin selama porsinya sewajarnya. Di samping ikan asin, masih banyak faktor risiko kanker nasofaring lainnya yang harus dihindari.

"Jauhi alkohol, jauhi rokok," pesan dr Eriza.



Simak Video "Seperti Feby Febiola, Ini Penyebab Rambut Rontok saat Kemoterapi"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)