Rabu, 05 Agu 2020 07:00 WIB

5 Kebiasaan Buruk yang Ganggu Kesehatan, Banyak Duduk hingga Curhat Melulu

Defara Millenia Romadhona - detikHealth
Teenage grl sitting on a staircase outside feeling depressed Stres bisa mengganggu kesehatan (Foto: iStock)
Jakarta -

Berbagai masalah kesehatan tidak hanya muncul karena faktor kondisi fisik. Kadang-kadang kondisi kejiwaan juga berpengaruh pada kesehatan secara umum.

Kebiasaan kecil seperti rutinitas mungkin tidak memberikan efek langsung, namun akan berdampak serius untuk kesehatan fisik maupun kesehatan psikologis jika berlangsung terus menerus dari waktu ke waktu.

Dikutip dari Verywellhealth, berikut 5 kebiasaan buruk yang sering diabaikan tetapi dapat membahayakan kesehatan Anda:

1. Terlalu banyak duduk

Jika Anda bekerja di kantor, kemungkinan besar menghabiskan banyak waktu untuk duduk. Faktanya, duduk dalam waktu lama dapat membahayakan kesehatan seperti peningkatan risiko obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit kardiovaskular (gangguan jantung dan pembuluh darah).

Studi menunjukkan orang yang terlalu banyak duduk, berisiko lebih tinggi mengalami depresi.

Cobalah setidaknya satu jam, untuk bergerak meninggalkan kursi agar menjaga tubuh dan pikiran Anda dalam kondisi yang lebih baik.

2. Mengingat pengalaman buruk

Di masa lalu mungkin Anda pernah mengalami pengalaman buruk yang membuat Anda stres. Secara sengaja Anda mengingat kejadian tersebut dengan tujuan agar tidak terulang kembali.

Namun, mengingatkan pengalaman buruk yang membuat Anda stres tidak baik untuk kesehatan psikologis.

Sebuah studi yang diterbitkan Behavior Research and Therapy pada tahun 2017 menemukan bahwa memikirkan pengalaman yang membuat stres, kemungkinan besar akan mengalami depresi akibat tertekan.

Mungkin terlihat sepele, tetapi hal ini dapat memberikan efek pada kesehatan mental Anda. Lebih baik berikan energi untuk merencanakan masa depan daripada mengingat masa lalu yang membuat Anda stres.

3. Curhat melulu

Anda mungkin berpikir bahwa menelepon teman untuk mengeluh tentang hari buruk dapat membantu melepaskan emosi negatif yang terpendam.

Penelitian menunjukkan bercerita dengan mengeluarkan emosi justru memberikan efek amarah semakin buruk. Disarankan untuk tidak berlebihan.

Selain itu, studi yang diterbitkan Personality and Individual Differences pada tahun 2008 menemukan bahwa berbicara tentang masalah dengan teman-teman, akan meningkatkan kadar hormon stres.

4. Menyalahkan diri sendiri

Saat gagal, mungkin akan mengatakan diri Anda bodoh dan bahkan mengutuk diri di depan cermin.

Studi Personality and Individual Differences pada tahun 2014 mengatakan bahwa mengkritik diri tidak baik untuk kesehatan mental yang akan meningkatkan gejala depresi.

5. Makan meski tidak lapar

Beberapa orang melampiaskan stres ataupun emosinya dengan mengonsumsi makanan meskipun tidak lapar.

Hal tersebut dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan seperti obesitas, diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, dan penyakit ginjal.



Simak Video "UNICEF: Orang Tua Juga Harus Perhatikan Kesehatan Jiwa"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)