Kamis, 13 Agu 2020 09:31 WIB

Anak Muda Bikin Infeksi Corona Makin 'Memburuk', Ini Alasannya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
ilustrasi corona Kegiatan anak muda disebut sumbang infeksi COVID-19. (Foto: ilustrasi corona)
Jakarta -

Anak muda yang mulai nongkrong bareng dan pergi ke klub malam juga pantai membuat infeksi COVID-19 di seluruh dunia makin 'memburuk'. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat proporsi remaja usia 15-24 tahun yang terinfeksi Corona meningkat tiga kali lipat dalam kurun waktu lima bulan.

Analisis WHO terhadap 6 juta infeksi antara 24 Februari dan 12 Juli menemukan bahwa persentase orang berusia 15-24 tahun meningkat menjadi 15 persen dari 4,5 persen.

Selain Amerika Serikat yang menjadi negara terbanyak kasus Corona, negara Eropa termasuk Spanyol, Jerman dan Prancis, dan negara Asia seperti Jepang, mengatakan bahwa banyak dari yang baru terinfeksi adalah kaum muda.

"Orang yang lebih muda cenderung kurang waspada tentang pakai masker dan jaga jarak," kata Neysa Ernst, manajer perawat di unit biocontainment Rumah Sakit Johns Hopkins di Baltimore, Maryland dikutip dari Reuters.

Para ahli kesehatan di beberapa negara telah mendesak tindakan pendisiplinan untuk protokol kesehatan. Sebab banyak remaja yang akhirnya acuh karena hanya menunjukkan sedikit gejala.

"Kami telah mengatakan ini sebelumnya dan kami akan mengatakannya lagi: orang muda juga rentan," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

"Orang muda bisa terinfeksi, orang muda bisa meninggal, dan orang muda dapat menularkan virus ke orang lain," tegas Tedros.



Simak Video "Virus Corona Bisa Serang Usus Meski Pernapasan Negatif Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)