Jumat, 14 Agu 2020 17:57 WIB

Trump Desak Sekolah di AS Dibuka Saat Kasus Corona Masih Tinggi

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
US President Donald Trump speaks to the press in the Brady Briefing Room of the White House in Washington, DC, on August 10, 2020. - Secret Service guards shot a person, who was apparently armed, outside the White House on Monday, President Donald Trump said just after being briefly evacuated in the middle of a press conference. The president was abruptly ushered out of the press event and black-clad secret service agents with automatic rifles rushed across the lawn north of the White House. Minutes later, Trump reappeared at the press conference, where journalists had been locked in, and announced that someone had been shot outside the White House grounds. Trump said he knew nothing about the identity or motives of the person shot, but when asked if the person had been armed, answered: Donald Trump desak sekolah di Amerika Serikat segera dibuka. (Foto: US President Donald Trump (AFP/BRENDAN SMIALOWSKI))
Jakarta -

Di tengah kasus Corona Amerika Serikat (AS) masih jadi yang terbanyak di dunia, Presiden Donald Trump malah mendorong agar sekolah-sekolah dibuka kembali. Situasi memprihatinkan ini tidak menghalanginya untuk kembali membuka sekolah dan bisnis di negara tersebut.

Trump memperingatkan jika sekolah tidak segera dibuka, anak-anak akan menderita. Trump bahkan sampai mengancam akan mengalihkan dana federal dari sekolah.

"Kami harus membuka sekolah dan kembali membuka bisnis kami," kata Trump yang dikutip dari The Guardian, Jumat (14/8/2020).

Trump juga menyinggung soal anak-anak yang jarang mengalami komplikasi karena virus Corona. Ia mengatakan jika anak-anak terinfeksi COVID-19, mereka hanya akan mengalami gejala yang ringan.

"Anak-anak seringkali hanya mengalami gejala (COVID-19) ringan, dan komplikasi medis yang sangat jarang - sangat, sangat, sangat jarang. Mereka yang mengalami komplikasi, seringkali memiliki kondisi medis yang mendasari," jelasnya.

Meski kemungkinan anak-anak muda untuk mengalami infeksi parah lebih kecil dibandingkan orang yang lebih tua, mereka masih bisa menularkan penyakit walaupun tidak menunjukkan gejala.

Menurut studi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), pasien anak-anak yang dirawat di rumah sakit karena virus ini memang lebih rendah dari orang dewasa. Tetapi, saat sampai di rumah sakit, mereka akan mendapat perawatan yang intensif setara dengan pasien dewasa lainnya.

Saat ini, sejumlah sekolah di seluruh AS memilih berbagai pendekatan tanpa harus tatap muka. Caranya dengan melakukan pembelajaran online atau pengurangan kehadiran tatap muka.

Salah satu negara bagian AS yang sempat membuka kembali sekolah adalah Georgia. Saat sekolah dibuka kembali, kondisi di sana menjadi semakin kacau, karena lebih dari 1.000 siswa harus menjalani isolasi setelah terinfeksi virus Corona.



Simak Video "WHO Ngarep Rujuk dengan Amerika Serikat"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)