Jumat, 21 Agu 2020 18:38 WIB

Benarkah Kekurangan Kalsium Saat Menyusui Sebabkan Osteoporosis?

Reyhan Diandri Ghivarianto - detikHealth
Susu Ibu Hamil Foto: shutterstock
Jakarta -

Pemenuhan gizi dan nutrisi dalam masa kehamilan harus dijaga oleh ibu hamil. Tanpa gizi yang seimbang maka pertumbuhan janin di dalam kandungan bisa saja terganggu. Salah satu nutrisi yang penting dijaga oleh para ibu hamil adalah kalsium.

Dilansir dari laman bones.nih, kalsium merupakan nutrisi untuk menjaga tulang dan gigi serta fungsi enzim dan hormon. Ibu hamil sangat membutuhkan kalsium terutama saat 3 bulan terakhir di masa kehamilannya. Jika kalsium yang dimiliki oleh sang Ibu kurang, maka bayi akan mengambil nutrisi yang dibutuhkan dari tulang Ibunya.

Head of Medical Marketing Kalbe Nutritionals dr Muliaman Mansyur menjelaskan pada wanita dewasa kebutuhan kalsium adalah sekitar 1000 mg/hari. Pemenuhan kebutuhan itu berguna untuk menjaga kepadatan tulang, agar tidak mudah rapuh/retak/patah dan mengalami osteoporosis.

"Pada saat hamil terjadi peningkatan kebutuhan kalsium tulang bayi, jika selama hamil dan menyusui ibu kurang konsumsi nutrisi yang mengandung kalsium tentu akan diambil dari cadangan kalsium tulang ibu. Sehingga tentu berisiko kekurangan kalsium yang berdampak terhadap kepadatan tulang dan menjadi osteoporosis," ujar dr Muliaman kepada detikHealth baru-baru ini.

dr Muliaman mengatakan disamping menjaga kepadatan tulang, kalsium juga berperan untuk mencegah kontraksi dan kram otot berlebihan, pompa otot jantung, dan juga mencegah pre eklamsia selama kehamilan dan menyusui. dr Muliaman juga menjelaskan usia dari ibu hamil juga mempengaruhi jumlah kalsium di dalam tubuh.

"Pada saat usia 30 tahunan, puncak pembentukan masa otot mulai berkurang, artinya tidak akan ada lagi deposit kalsium di dalam tulang. Yang ada sebaliknya yaitu terjadi pemecahan kalsium tulang kalau seseorang kekurangan kalsium," ujarnya.

"Jadi pada wanita yang hamil di atas 35 tahunan tentu kondisi kekurangan kalsium ini akan bertambah parah, dan wanita hamil di usia 35 tahun ke atas ini pun berisiko kekurangan kalsium kalau intake-nya kurang," imbuhnya.

Di berbagai kasus lainnya, ibu hamil yang mengalami osteoporosis, kesehatan tulangnya akan mulai membaik lagi setelah melahirkan atau tidak menyusui. dr Muliaman pun mengatakan ibu hamil dapat mencegah kekurangan kalsium ini, dengan cara memerhatikan asupan nutrisi yang diserap misalnya dengan mengonsumsi susu kehamilan.

"Sumber kalsium yang baik adalah susu kehamilan dan menyusui, karena memang sekaligus bisa mendapatkan nutrisi buat hamil dan menyusui tidak hanya kalsium tapi juga protein, zat besi, dan DHA," pungkasnya.

Oleh karena itu untuk menjaga asupan nutrisi kalsium sehingga osteoporosis bisa dicegah, ibu hamil bisa mengonsumsi susu PRENAGEN selama menyusui guna menjaga nutrisi tubuh dan mengoptimalkan nutrisi pada ASI.

PRENAGEN Lactamom mengandung nutrisi makro (karbohidrat, lemak, dan protein) dan nutrisi mikro (vitamin dan mineral) serta DHA dan kalsium. Asupan nutrisi ibu harus lengkap, karena penyerapan nutrisi mikro membutuhkan nutrisi makro yang jumlahnya seimbang dan tepat sesuai kebutuhan ibu hamil dan ibu menyusui.



Simak Video "Proses Melahirkan hingga Menyusui pada Ibu Positif Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)