Minggu, 23 Agu 2020 20:04 WIB

Wanita Korsel Ini Diduga Tularkan Corona ke 50 Orang di Kedai Kopi

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Electric screens about precautions against the illness COVID-19 are seen in a subway train in Seoul, South Korea, Sunday, Feb. 23, 2020. South Koreas president said Sunday that he was putting his country on its highest alert for infectious diseases and ordered officials to take unprecedented, powerful steps to fight a soaring viral outbreak. (AP Photo/Ahn Young-joon) Virus Corona COVID-19 (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Tingginya lonjakan kasus virus Corona COVID-19 di Korea Selatan (Korsel) membuat pemerintah setempat kembali menerapkan kebijakan 'lockdown'. Salah satu penyebab tingginya kasus ini adalah karena timbulnya klaster Corona di salah satu kedai di Kota Paju, Korsel, pada awal bulan Agustus.

Dikutip dari Yonhap News, sekitar 50 orang dinyatakan positif COVID-19 dalam klaster ini. Otoritas kesehatan setempat menduga seorang pengunjung wanita berusia 30 tahun telah menjadi super spreader dan menularkan virus Corona di kedai kopi tersebut.

Terlebih sirkulasi udara yang tidak cukup baik dan ditambah penggunaan air conditioner (AC) membuat risiko penularan COVID-19 di kedai kopi itu menjadi lebih besar.

"Banyak dari pengunjung tidak menggunakan masker dan tampaknya tidak ada ventilasi udara yang baik di toko dan AC menyala karena cuaca yang lembab," kata Kepala Pusat Pengendalian dan pencegahan Penyakit Korea Selatan (KCDC), Jung Eun-Kyeong.

"Bahkan jika infeksi tidak terjadi melalui transmisi aerosol, transmisi droplet juga mungkin terjadi di ruang tertutup, dan virus bisa menyebar melalui kontak tangan," jelasnya.

Para ahli pun menjelaskan, penularan COVID-19 di kedai kopi bisa terjadi kapan saja. Apalagi, banyak kedai kopi umumnya memiliki desain interior dengan dinding kaca, yang membuat sirkulasi udara menjadi tidak bagus.



Simak Video "Satgas Sebut Banyak Orang Masih Tak Percaya Bahaya Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)