Senin, 24 Agu 2020 11:23 WIB

Soal Pelantikan Konsil Kedokteran, IDI Cs Sesalkan Pernyataan Menkes Terawan

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Menkes Terawan terus memantau kondisi 2 WNI yang positif virus corona. Kondisi kedua orang itu pun dilaporkan cukup baik. Menkes Terawan Agus Putranto (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Pelantikan anggota Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) baru oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) menuai protes. Asosiasi dan organisasi profesi kesehatan seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) hingga Perhimpunan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) menilai 17 orang yang dilantik tidak sesuai dengan yang direkomendasikan.

Kekecewaan terkait pelantikan tersebut disampaikan beberapa asosiasi dan organisasi profesi kesehatan yaitu IDI, PDGI, MKKI, MKKGI, AIPKI, AFDOKGI, ARSPI kepada Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto.

"Sangat disayangkan di tengah kondisi negara prihatin dilanda becana pandemi COVID-19, dimana para tenaga medis sedang berkonsentrasi menangani pandemi COVID-19 ini," jelas Drg Ugan Gandar Wakil Ketua PDGI saat menyampaikan siaran pers terkait.

"Menteri Kesehatan mengeluarkan pernyataan-pernyataan tidak kondusif. Sejatinya dalam situasi pandemi seperti ini, Menteri Kesehatan harus mampu menciptakan hubungan kerja yang baik bersama seluruh stakeholder kesehatan serta tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang kontraproduktif," pungkasnya.

Menteri Kesehatan mengeluarkan pernyataan-pernyataan tidak kondusifDrg Ugan Gandar - Wakil Ketua PDGI

Menkes Terawan sebelumnya angkat bicara mengenai hal ini. Terawan menilai calon anggota KKI yang diusulkan oleh organisasi tersebut tidak memenuhi persyaratan. Seperti tidak mengundurkan diri dari posisi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Namun, terkait hal tersebut, Prof David S Perdanakusuma yang mewakili 7 organisasi atas kekecewaan terkait pelantikan KKI menjelaskan sudah memperbaiki sebelumnya persyaratan yang tidak sesuai seperti persyaratan pengunduram diri dari ASN. Tetapi tidak ada komunikasi lebih lanjut setelahnya hingga akhirnya pelantikan KKI dilakukan.

Sementara itu, dr Daeng M Faqih Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menilai seharusnya pemerintah dan organisasi profesi asosiasi bergotong royong. Diharapkan adanya dialog, dan koordinasi yang dibangun agar tidak terganggu pada pelayanan kesehatan.

"Kami berharap nanti mengajukan audiensi kepada bapak presiden untuk diterima. Dan kami akan sampaikan persoalan ini," ucap dr Daeng.



Simak Video "Sering Dipertanyakan, Ini Lho Mandat Jokowi untuk Terawan Atasi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)