Selasa, 25 Agu 2020 06:55 WIB

Komentari Ganjil-genap, IDI Sebut Sebagian Orang Merasa Aman Naik Motor

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Petugas polisi sosialisasi secara langsung kepada pengemudi yang melanggar Ganjil Genap di Perempatan Rawamangun, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Senin (3/8/2020). Sistem ganjil kendaraan bermotor di 25 ruas jalan di DKI Jakarta kembali berlaku mulai hari ini, Senin (3/8). Kebijakan ganjil-genap akan diterapkan juga pada sepeda motor (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan Pergub Nomor 80 Tahun 2020 tentang pelaksanaan PSBB transisi menuju new normal. Di dalamnya diatur mengenai ganjil genap untuk sepeda motor walaupun belum dipastikan kapan berlaku.

Ketua Umum dr Daeng M Faqih, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menilai perlu adanya kajian lebih lanjut terkait wacana tersebut. Terlebih dalam menghadapi penanganan virus Corona COVID-19.

"Barangkali mohon dikaji lebih lanjut karena saya sering tanya iya termasuk ke kawan-kawan karyawan IDI, karyawan rumah sakit, itu sekarang daripada naik angkutan umum, kereta, itu yang berdesak-desakan, mereka jauh lebih khawatir tertular," jelas dr Daeng saat ditemui di Kantor Pusat PB IDI, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2020).

Menurut dr Daeng banyak masyarakat yang merasa aman dengan menggunakan transportasi pribadi di tengah pandemi Corona. Termasuk menggunakan motor

"Sehingga yang mereka merasa lebih aman itu justru dengan motor karena mereka sendiri," lanjutnya.

"Kalau itu dikaitkan dengan COVID-19 itu penerapan ganjil genap motor itu dikaji serius, apakah itu benar menurunkan angka penularan COVID-19 atau tidak," kata dr Daeng.

Lebih lanjut, dr Daeng menjelaskan sebagian masyarakat memang menghindari kerumunan di transportasi umum.

"Jadi kalau menurut saya harus dilakukan kajian yang betul tentang itu," pungkasnya.



Simak Video "2 Hal Penting untuk Bantu Tenaga Medis Tidak Terserang Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)