Selasa, 25 Agu 2020 12:10 WIB

Diprediksi Selesai Akhir 2021, Ini Update Vaksin Corona Merah Putih

Ayunda Septiani - detikHealth
Vaksin Covid-19 Ilustrasi vaksin. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Selain vaksin Corona COVID-19 buatan Sinovac Biotech yang akan melalui tahap uji klinis fase III pada Agustus ini, Indonesia juga membuat vaksin COVID-19 buatan dalam negeri yang dikembangkan oleh Lembaga Biomolekuler Eijkman (LBME).

Direktur LBME, Prof Amin Soebandrio, mengatakan pihak mereka menargetkan akan menyerahkan bibit vaksin Corona pada industri pada bulan Februari atau Maret 2020. Setelah itu akan dilakukan uji klinis fase I, II, dan III.

"Jadi ketika sudah selesai dari Eijkman bisa langsung diproses oleh Bio Farma tanpa penyesuaian yang terlalu banyak. Platform ini sudah dikuasai dan dikenal industri dalam hal ini oleh Bio Farma," jelas prof Amin dalam wawancara dengan CNBC Indonesia, seperti dikutip Selasa (25/8/2020).

Uji klinis dalam pengujian vaksin akan dilakukan pada hewan dan manusia untuk menemukan manfaat dan efektivitas vaksin dalam memerangi penyakit. Setelah uji klinis selesai, maka vaksin merah putih akan dimintai izin kepada otoritas kesehatan Indonesia untuk mendapatkan izin edar.

"Penyuntikan pertama (uji klinis fase satu) kemungkinan trimester kedua 2021 dan [uji klinis] diprediksi selesai akhir 2021 dan produksi massal [vaksin] pada awal 2022," jelas Amin.

Hal ini berarti Indonesia punya dua kandidat vaksin Corona yang tengah diuji sebelum nantinya akan diberikan ke masyarakat. Lalu apa perbedaan dari vaksin Corona Sinovac dengan vaksin 'Merah Putih' yang dikembangkan LBME Eijkman?

"Perbedaan utamanya adalah pada platformnya. Kalau Sinovac menggunakan satu virus kemudian diperbanyak di lab lalu virus itu dipisahkan dan dilakukan inaktivasi (inactivated vaccine), setelah itu diformulasikan agar aman bagi manusia. Jadi vaksin yang diberikan adalah keseluruhan virus," ujar Amin, dalam webinar yang diselenggarakan Society of Indonesian Science Journalist, Minggu (8/8/2020).

Inactivated vaccine merupakan bentuk vaksin yang dilemahkan sehingga tidak lagi menyebabkan penyakit. Vaksin yang akan dibuat dengan metode inaktivasi biasanya perlu beberapa dosis sebelum seseorang bisa mendapatkan kekebalan yang diinginkan.

Sementara itu, dijelaskan oleh Prof Amin, vaksin Merah Putih dikembangkan dengan metode rekombinan.

"Kalau Merah Putih adalah sub unitnya. Tidak seluruh virusnya, hanya bagian-bagian tertentu dari virus yang dianggap penting kemudian diperbanyak dan dijadikan antigen," pungkasnya.



Simak Video "Sudah Sampai Mana Progres Vaksin Merah Putih Eijkman?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)